• PENDAHULUAN:

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis hukum ekstrakulikuler barongsai yang dilaksanakan di beberapa pesantren. Meskipun beberapa pesantren berdalih bahwa barongsai bukanlah ritual keagamaan, tetapi merupakan bagian dari budaya, ada perdebatan mengenai kehalalan kegiatan tersebut dalam konteks agama islam. Penelitian ini melibatkan analisis hukum Islam dan berbagai pertimbangan terkait dengan ekstrakulikuler barongsai di pesantren.

  • ANALISIS FAKTA BARONGSAI

Sejauh ini, Analisa kami menganggap bahwa barongsai adalah bagian dari budaya khas Tiongkok yang bahkan tetap menjadi tradisi keagamaan Khonghucu. Klaim bahwa barongsai tidak lagi merupakan budaya khas Tiongkok bahkan bukan tradisi keagamaan Khonghucu, tidak sejalan dengan fakta-fakta yang ada. Hal ini dapat dijelaskan dengan beberapa bukti yang relevan:

  1. Barongsai masih merupakan agenda wajib yang diadakan dalam setiap perayaan tahun baru Imlek. Kehadiran barongsai dalam perayaan ini menunjukkan pentingnya peran barongsai sebagai simbol keberuntungan dan kebahagiaan dalam budaya Tiongkok yang terus dilestarikan.
  2. Barongsai juga masih menjadi bagian dari tradisi keagamaan Khonghucu, sebagaimana terlihat dari adanya ritual-ritual khusus yang melibatkan barongsai. Ritual-ritual ini menunjukkan pengakuan dan penghormatan terhadap aspek keagamaan yang melekat dalam budaya Tiongkok.
  3. Kepercayaan orang-orang Tiongkok terhadap kekuatan mistis barongsai masih tetap ada. Barongsai dipandang memiliki kekuatan simbolis yang mampu membawa keberuntungan, membantu mengusir roh jahat, dan melindungi dari energi negatif. Keyakinan ini mencerminkan hubungan yang dalam antara masyarakat Tiongkok dengan warisan budaya dan spiritual mereka.

Melalui fakta-fakta ini, dapat disimpulkan bahwa barongsai masih dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya Tiongkok dan tradisi keagamaan Khonghucu. Pendapat yang menyatakan sebaliknya tidak memiliki landasan yang kuat berdasarkan bukti yang ada. Oleh karena itu, pengamatan yang akurat dan penelitian yang lebih mendalam diperlukan untuk memahami peran dan signifikansi barongsai dalam konteks budaya Tiongkok dan tradisi keagamaan Khonghucu secara menyeluruh.

BACA JUGA :  Status RSJ Swasta
1
2
3
Artikulli paraprakIdul Adha 1444 H di Pondok Pesantren Al-Anwar 1 Sarang
Artikulli tjetërMeraih Keistimewaan Tahun Baru Islam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini