Momentum 9 Hari Puasa Dzulhijjah dan Arafah

Puasa selama sembilan hari pertama Dzulhijjah bukan hanya diartikan dengan menahan diri dari lapar yang melanda, tapi cara kita untuk menunjukkan bahwa kita memiliki keinginan kuat untuk dekat dengan Allah di hari yang dimuliakannya.

Amalan ini dipraktekkan langsung oleh Rasulullah SAW. Ada sebuah hadist yang menceritakan betapa beliau rutin menjaga momen ini:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُ تِسْعَ ذِىْ الْحِجَّةِ، وَيَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرِ، وَأَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيْسَ.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari bulan Dzulhijjah, hari ‘Asyura, tiga hari pada setiap bulan, dan hari Senin pertama awal bulan serta hari Kamis.” (HR. Abu Daud).

Tentu saja puasa sembilan hari berturut-turut di tengah kesibukan, dan diantara orang-orang yang tidak berpuasa menjadi tantangan tersendiri. Namun jika kita berhasil melawatinya, maka kita telah menyelesaikan amal saleh yang paling dicintai Allah.

Puncaknya adalah Puasa Arafah di tanggal 9 Dzulhijjah, yang  memiliki keutamaan yang tidak bisa dianggap remeh, yaitu menghapus dosa setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

…صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ ، وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ…

Puasa pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allâh untuk menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya…. (HR Muslim (no. 1162 (196)).

Puasa pada hari ini disebut dengan puasa Arafah karena pada saat itu semua orang yang melaksanakan ibadah haji sedang berkumpul dan wukuf di Arafah.

Takbir dan Dzikir

Memanfaatkan momen Idul Adha dengan memperbanyak takbir adalah cara cerdas untuk menginvestasikan waktu kita di hari-hari yang sangat dicintai Allah. Kalimat takbir, tahmid, dan tahlil yang kita ucapkan bukan sekadar bunyi, melainkan pengakuan bahwa hanya Allah yang Maha Besar di atas segala ambisi dan urusan dunia kita. Dengan menghidupkan syiar ini, kita sedang menanam benih ketenangan dalam hati melalui pengagungan kepada Sang Pencipta.

BACA JUGA :  STOP KRIMINALISASI GURU

Hal ini sejalan dengan pesan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang memotivasi kita untuk memaksimalkan amal di awal Dzulhijjah:

مَامِنْ أَيَّامٍ أَحَبُّ إِلَى اللهِ اَلْعَمَلُ فِيْهِنَّ مِنْ عَشْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ، فَعَلَيْكُمْ بِالتَّسْبِيْحِ وَالتَّهْلِيْلِ وَالتَّكْبِيْرِ.

“Tidak ada hari-hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Maka hendaklah kalian bertasbih, bertahlil, dan bertakbir.” (HR. At-Thabrani).

Pesan beliau sangat jelas. Saat Allah memberikan waktu yang istimewa, maka balaslah dengan amalan yang istimewa pula. Menjadikan zikir sebagai aktivitas utama di hari raya adalah cara terbaik agar setiap detik yang kita lalui menjadi saksi ketaatan kita di hadapan-Nya kelak.

1
2
3
Artikulli paraprakMemahami Konsep Kesucian Bulan Haram dalam Islam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini