3. Apakah ini kebetulan ?
Kita sebagai umat islam tidak perlu heran dengan penemuan yang membuat takjub para peneliti ini. Tentunya kita sudah tau bahwa hanya satu zat yang mampu menciptakan segala sesuatu ini dengan begitu indahnya. Dan tentunya kita semua sudah tahu bahwa hal-hal semacam ini adalah bukti yang nyata dan jelas bahwa zat tersebut memanglah zat yang seharusnya disembah oleh semua makhluk didunia ini.
Al-Qur’an telah banyak menyinggung hal tersebut dengan jelas.
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
“Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takaran/perhitungan).” Surah Al-Qamar (54) Ayat 49
Kata qadar dalam ayat ini menunjukkan bahwa segala sesuatu sudah pada ukuran, ketetapan, atau presisi yang telah diperhitungkan secara matang, baik dari skala subatomik hingga benda langit.
وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَيْءٍ مَّوْزُونٍ
“Dan Kami telah membentangkan bumi dan Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kokoh, dan Kami tumbuhkan di atasnya segala sesuatu menurut ukuran (seimbang).” Surah Al-Hijr (15) Ayat 19
Kata mauzūn berarti sesuatu yang ditimbang, diukur, atau diperhitungkan kesimbalangannya. Ini menunjukkan bahwa segala sesuatu di bumi (seperti flora, kadar gas, dan mineral) tumbuh dan ada dalam perhitungan yang seimbang.
وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا
” …dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu.” 5. Surah Al-Jinn (72) Ayat 28
Kata aḥṣā dan ‘adadā merujuk langsung pada perhintungan dan jumlah secara mendetail. Tidak ada satu pun partikel di bumi ini yang luput dari perhitungan Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW. sendiri melarang kita untuk memikirkan hakikat dari sang pencipta, beliau memerintah kita untuk cukup memikirkan apa yang ada dibumi dan isinya. segala makhluklah yang akan menunjukkan bahwa penciptanya adalah maha kuasa dan telah mengatur segalanya dengan indah.
Dikisahkan dalam Tafsir al-Qurtubi hal 314 juz 4 :
وَمَرَّ النَّبِيُّ ﷺ عَلَى قَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ فِي اللَّهِ فَقَالَ: (تَفَكَّرُوا فِي الْخَلْقِ، وَلَا تَتَفَكَّرُوا فِي الْخَالِقِ فَإِنَّكُمْ لَا تَقْدِرُونَ قَدْرَهُ)
Artinya : “Nabi ﷺ pernah melintas di hadapan suatu kaum (para sahabat) yang sedang memikirkan (hakikat/zat) Allah, maka beliau bersabda: ‘Pikirkanlah tentang ciptaan-Nya, dan janganlah kalian memikirkan tentang (zat) Sang Pencipta, karena sesungguhnya kalian tidak akan sanggup mengukur keagungan-Nya yang sebenarnya.'”
Jika kita sadar betapa indahnya dunia yang kita tempati ini maka harusnya kita sadar bahwa yang menciptakannya pastilah jauh lebih indah dari segala ciptaannya.
Wallahua’lam….


