Meski jauh dari keluarga, segenap santri PP. Al-Anwar tetap antusias dalam menghidupkan malam-malam Idul Adha. Dengan bukti, pada malam itu mereka isi dengan gema takbir Idul Adha yang dilaksanakan di depan kamar dan Aula-Aula pondok. Dengan peralatan seadanya, seperti gayung, ember dan botol minuman sudah menjadikan malam takbiran Idul Adha berlangsung meriah dan penuh khidmah. Takbiran dilakukan setelah selesai sholat isyak berjamaah hingga menjelang waktu subuh.

Semenjak Shubuh, tampak seluruh santri memadati musholla PP. Al-Anwar. Bahkan jama’ah meluber hingga mencapai halaman PP. Al-Anwar. Tidak hanya dari kalangan santri jama’ah juga diisi masyarakat sekitar yang hendak menunaikan sholat Idul Adha. Sholat Idul Adha dimulai pada pukul 06.00 WIB bertempat di depan ndalem yang dipimpin oleh salah satu putra KH. Maimoen Zubair yaitu, KH Muhammad Idror Maimoen.

Dalam khutbahnya beliau mengingatkan para hadirin untuk selalu bertakwa kepada Allah dan menjelaskan tentang betapa agungnya hari ini, hari di mana orang-orang yang haji berkumpul di Mina menyempurnakan ibadah mereka. Beliau juga menerangkan bagaimana perjuangan Nabi Ibrahim dalam ketaatannya kepada Allah SWT untuk melaksanakan perintah-Nya menyembelih Nabi Ismail yang merupakan putra beliau.

Selepas pelaksanaan rangkaian sholat Idul Adha. Terdapat sebuah tradisi yang sangat dinanti-nantikan oleh setiap santri PP. Al-Anwar 1 Sarang pada hari raya Idul Adha, yakni Bagi-Bagi Ketan (palotan) oleh keluarga ndalem KH. Maimoen Zubair. Ketan dibagikan di depan ndalem KH. Maimoen Zubair setelah sholat Idul Adha selesai. Para santri rela mengantri dan berdesak-desakan demi mendapatkan sebungkus ketan. Ketannya memang tidak seberapa, tetapi pemberian keluarga ndalem serta harapan untuk mendapatkan barokah beliaulah yang membuat para santri memperjuangkannya.

BACA JUGA :  Kunjungan Mantan Rektor & Wakil Rektor Universitas Al Azhar Mesir

Kemudian tak lupa pelaksanaan penyembelihan hewan qurban oleh para santri, hewan-hewan qurban ini merupakan shodaqoh dari para masyayikh PP. Al-Anwar 1 Sarang yang kemudian akan disedekahan kepada masyarakat sekitar dan dibagikan kepada para santri PP. Al-Anwar.

Artikulli paraprakLEBIH BAIK YANG GEMUK ATAU MAHAL HARGANYA?
Artikulli tjetërKEBODOHAN : Salah Masih Merasa Benar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini