Memperdalam Ilmu
Beda dengan mereka yang lanjut belajar di kamar. Di Sarang ini misalnya, santri punya banyak cara buat memperdalam ilmu, dan mungkin di pesantren lain juga begitu. Ada metode sorogan, di mana santri junior baca kitab di depan seniornya sambil mendapat bimbingan langsung. Terus ada halqoh bersama, sekelompok santri duduk bareng mendiskusikan satu kitab demi benar-benar paham isinya. Bahkan ada yang menulis, menuangkan pemahaman dan hasil diskusi mereka ke dalam tulisan. Jadi, waktu luar jam wajib itu justru adalah saat ilmu benar-benar hidup dan berkembang di antara para santri.
Menganalisis Pengetahuan
Kelas dan kegiatan wajib itu sebenarnya waktu buat menambah pengetahuan dasar, sementara asrama dan belajar lanjut adalah waktunya mengolah dan menganalisis pengetahuan tersebut. Jadi, kalau dua-duanya berjalan optimal dan konsisten, hasilnya pasti beda—pasti berhasil.
Ibaratnya begini, kelas dan kegiatan wajib itu seperti mengumpulkan bahan makanan—kita dapat sayuran segar, daging, dan bumbu-bumbu. Tapi, kalau cuma ngumpulin bahan tanpa tahu cara masaknya, ya nggak bakal jadi hidangan yang enak. Nah, asrama dan belajar lanjut itulah proses memasaknya; di sana kita belajar teknik mengolah, mencampur bumbu dengan pas, dan memasak sampai matang. Begitu…
Oleh: Ust. A. Maimun Nafis


