Sejarah Singkat: Dulu Tak Ada Pejabat Muslim Mengucapkan Selamat Natal

Dalam sejarah pemerintahan Indonesia, para Menteri Agama terdahulu tidak pernah mengucapkan selamat natal, apalagi mengadakan perayaan natal bersama. Tradisi ini mulai muncul jauh setelahnya, ketika sebagian tokoh negara ingin menampilkan citra pluralis secara ekstrem.

Padahal, para ulama telah memberi batas sangat jelas dan juga tidak ada undang-undang yang mewajibkan pejabat Muslim mengucapkan selamat natal. Jika harus tetap dilakukan, para ulama menyarankan agar cukup diwakilkan oleh pejabat non-Muslim saja, sebagaimana kaidah toleransi yang benar: menghormati tanpa melanggar aqidah.

Bahaya Aqidah: Jangan Ada Niat Membenarkan Agama Mereka

Jika dalam hati seorang Muslim muncul perasaan mengagungkan ritual agama lain, apalagi menganggapnya benar atau sama benarnya, maka ini merupakan bahaya aqidah yang sangat serius. Kita menghormati Nabi Isa โ€˜alaihis-salam sebagai nabi besar, mengucapkan salam setiap kali namanya disebut dengan ucapan alaihissalam, namun kita tidak menganggapnya sebagai anak Tuhan.

Menyerupai Ritual Agama Lainย  Peringatan Nabi Yang Sangat Jelas

Sebelum kita berbicara tentang bahaya menyerupai ritual keagamaan lain, mari kita lihat dulu sabda Rasulullah ๏ทบ. Sabda yang tidak hanya memberi kabar, tetapi juga peringatan

Hadits Pertama โ€“ Riwayat Abu Saโ€˜id al-Khudri.ย  Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุณูŽุนููŠุฏู ุงู„ุฎูุฏู’ุฑููŠู‘ู ุŒ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ๏ทบ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซู„ูŽุชูŽุชู‘ูŽุจูุนูู†ู‘ูŽ ุณูŽู†ูŽู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ุŒ ุดูุจู’ุฑู‹ุง ุจูุดูุจู’ุฑู ูˆูŽุฐูุฑูŽุงุนู‹ุง ุจูุฐูุฑูŽุงุนูุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู„ูŽูˆู’ ุฏูŽุฎูŽู„ููˆุง ูููŠ ุฌูุญู’ุฑู ุถูŽุจู‘ู ู„ูŽุงุชู‘ูŽุจูŽุนู’ุชูู…ููˆู‡ูู…ู’ยป ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุขู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุตูŽุงุฑูŽู‰ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซููŽู…ูŽู†ู’ยป ุŸ

โ€œBenar-benar kalian akan mengikuti jejak umat sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga jika mereka masuk ke lubang biawak pun kalian akan mengikutinya.โ€ Para sahabat bertanya: โ€œWahai Rasulullah, apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani?โ€ Beliau menjawab: โ€œLalu siapa lagi kalau bukan mereka?โ€ (HR. Abu Saโ€˜id al-Khudri)

Hadits Kedua โ€“ Riwayat Abu Hurairah

BACA JUGA :  Peran Pondok Pesantren Salaf Di Masyarakat

Dalam riwayat lain Rasulullah ๏ทบ mengulang kembali peringatan yang sama:

ู„ูŽุชูŽุชู‘ูŽุจูุนูู†ู‘ูŽ ุณูŽู†ูŽู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽูƒูู…ู’ุŒ ุดูุจู’ุฑู‹ุง ุจูุดูุจู’ุฑูุŒ ูˆูŽุฐูุฑูŽุงุนู‹ุง ุจูุฐูุฑูŽุงุนูุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู„ูŽูˆู’ ุฏูŽุฎูŽู„ููˆุง ุฌูุญู’ุฑูŽ ุถูŽุจู‘ู ู„ูŽุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชูู…ููˆู‡ู, ุฃูŽู‡ูู…ู’ ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุตูŽุงุฑูŽู‰ุŸ ููŽู…ูŽู†ู’ุŸ

โ€œTidak akan terjadi Hari Kiamat sampai umatku mengikuti umat sebelum mereka, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sahabat bertanya: Apakah mereka itu orang Yahudi dan Nasrani?โ€ Rasulullah menjawab: โ€œKalau bukan mereka, siapa lagi?โ€ (HR. Abu Hurairah)

Rasulullah ๏ทบ tidak hanya memberi kabar bahwa umat ini akan meniru umat lain. Tapi beliau menggambarkannya dengan bahasa โ€œSejengkal demi sejengkalโ€ฆ sehasta demi sehastaโ€ฆโ€

Artinya perlahan, sedikit demi sedikit, tanpa terasa, tanpa sadarโ€ฆ sehingga akhirnya umat Islam tidak hanya meniruย  hidup umat lain, tapi ikut masuk yakni mengikuti hal-hal yang jelas-jelas tidak pantas diikuti.

Rasulullah ๏ทบ sampai mengulang hadits ini di banyak kesempatan. karena kehawatiran beliau pada ummatnya. Takut ummatnyaย  kehilangan jati diri Islamnya. Takut umatnya tenggelam dalam arus budaya dan tekanan zaman. Ketahuilah, Ini adalah ancaman besar yang sudah Nabi ๏ทบ peringatkan 1400 tahun lalu.

1
2
3
Artikulli paraprakAmalan Istimewa di Bulan Rajab: Petuah Syaikhina KH. Muhammad Najih MZ
Artikulli tjetรซrDIISUKAN HUKUM NATALAN BAGI MUSLIM ADA KHILAF, INI JAWABAN SYAIKHINA KH. MUHAMMAD NAJIH MZ

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini