Rabu Wekasan: Tradisi Amaliyah Rabu Terakhir Bulan Shofar

Bulan Shofar dalam tradisi Islam sering dikaitkan dengan berbagai perbincangan mengenai bala dan musibah. Di kalangan sebagian masyarakat muslim, terutama dalam tradisi sufistik dan kitab-kitab mujarrabāt (kumpulan doa dan amalan yang diyakini mujarab), terdapat keyakinan bahwa pada Rabu terakhir bulan Shofar turun berbagai macam bala. Keyakinan ini kemudian melahirkan sejumlah amalan, doa, dan wirid yang bertujuan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT ﷻ.

Tulisan ini mencoba menghadirkan penjelasan runtut mengenai amalan-amalan tersebut sebagaimana disebut dalam kitab-kitab klasik seperti Mujarrabāt ad-Dairabī, al-Firdaws karya Imam al-Būnī, serta nukilan ulama yang lain.

Keyakinan Turunnya Bala di Rabu Terakhir Shofar

Sebagian ulama sufi dan ahli kasyf meyakini bahwa setiap tahun Allah SWT menurunkan bala dalam jumlah besar pada Rabu terakhir bulan Shofar. Disebutkan bahwa jumlah bala itu mencapai tiga ratus dua puluh ribu macam. Bala tersebut, menurut sebagian riwayat, diturunkan dari langit lalu diserahkan kepada malaikat tertentu, kemudian dialirkan kepada al-Quthb al-Ghawts (wali agung dalam kosmologi tasawuf), dan dari sanalah bala itu dibagikan ke seluruh dunia.

Keyakinan inilah yang kemudian melahirkan istilah bahwa Rabu terakhir Shofar adalah “yaum nahs mustamirr” (hari sial yang terus-menerus). Walaupun istilah ini bukan bersumber dari hadis sahih, dalam tradisi ulama sufi ia berkembang sebagai isyarat spiritual tentang hari yang penuh ujian.

Amalan yang Dianjurkan Menurut Mbah Moen

  1. Shalat Hajat Empat Rakaat

Sebagian masyarakat masih menganggap bahwa sholat yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir bulan shofar adalah “Sholat Rabu Wekasan.” Padahal itu adalah pemahaman yang keliru. Tidak ada nash yang menyebutkan sholat Rabu wekasan.

BACA JUGA :  Jiwa Kepahlawanan Santri Menuju Indonesia Emas 2045

Al-Magfurlah Syaikhina KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen) mengajarkan bahwa sholat yang dianjurkan pada hari Rabu terakhir bulan shofar adalah Sholat Hajat semoga terhindar dari bala dalam satu tahun, niatnya sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ للهِ تَعَالَى.

 

 sebanyak empat rakaat dan dijadikan dua salam. Pada setiap rakaat, setelah membaca surah al-Fātiḥah, membaca:

  • Surah al-Kawthar sebanyak 17 kali,
  • Surah al-Ikhlāṣ sebanyak 5 kali,
  • Surah al-Mu‘awwidzatayn (al-Falaq dan an-Nās) masing-masing 1 kali.

Setelah salam, dianjurkan membaca doa khusus yang berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari segala bala yang diturunkan pada hari itu. Barang siapa melakukannya, menurut penuturan sebagian sufi, akan dijaga Allah SWT hingga setahun penuh dari musibah.

1
2
Artikulli paraprakKisah Ibn Udzainah: Rezeki Tak Perlu Dicari, Justru Ia Akan Mencarimu
Artikulli tjetërMemaknai Bulan Rabiul Awal Kelahiran Sang Kekasih Allah SWT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini