Kisah dan Hikmah Sahabat Salman al-Farisi

Seorang sahabat Nabi yang sederhana. Ia bekerja dengan usahanya sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika ia memiliki kelebihan harta, ia akan mengajak para faqir miskin untuk makan enak bersamanya. Sejarah mengenangnya karena usulannya untuk membuat parit yang membatasi kota Madinah dari puluhan ribu pasukan yang hendak melakukan genosida terhadap muslimin. Beliau adalah Salman al-Farisi.

Kisah Pertama

Pada satu waktu, Salman al-Farisi bertanya pada hatinya sendiri, “Siapa yang menciptakan langit dan bumi?”. Melalui pertanyaan yang Allah titipkan ke dalam hatinya, Salman memulai perjalanannya mencari guru yang berkenan mendidiknya untuk mendekatkan diri pada sang pencipta yang ia cari-cari.

Ia melalui perjalanan panjang dan waktu yang lama. Tidak tanggung-tanggung, tiap guru yang ia temui selalu ia temani hingga ajal menjemput. Sebelum sang guru wafat, Salman al-Farisi akan bertanya, “Kepada siapa aku harus pergi (belajar)?”. Dan satu guru akan menunjukkan guru yang lainnya. Berpindah dari satu guru ke guru yang lain, tidak mematahkan semangatnya untuk mencari Tuhan.

Hingga satu guru terakhir memberi jawaban yang berbeda, “Aku tak tahu lagi di muka bumi ini siapa yang satu ajaran dengan ku. Tapi jika engkau berada di satu masa bertemu seorang laki-laki muncul dari rumah Ibrahim (Makkah) -aku berharap engkau ada di masa itu- bergabunglah bersamanya! Itulah agama yang haq. Tanda-tanda (kenabian) dia adalah kaumnya menuduh dia sebagai penyihir, orang gila, dan dukun. Ia mau memakan hadiah, namun tak mau memakan zakat. Di punggungnya terdapat tanda kenabian.”

Mencari Kabar Adanya Nabi

Hingga tiba rombongan dagang dari Madinah ke kota Salman al-Farisi berada. Salman lantas mencari kabar apakah berita yang guru terakhirnya isyaratkan itu sudah ada di jazirah Arab atau tidak. Dan benar saja, berita itu benar-benar nyata dan tersebar di tanah Arab.

BACA JUGA :  HUT RI ke-70, Santri Juga Melawan Belanda

Salman segera meminta seseorang membawanya ke Madinah, bahkan ia rela diperbudak dan dijualbelikan untuk bisa sampai ke Madinah. Salman al-Farisi diboyong ke Madinah sebagai seorang budak. Sebagai orang asing berbahasa Persia, ia kesulitan berkomunikasi dengan penduduk Madinah yang berbahasa Arab.

Seorang wanita tua bertemu dengannya, yang ternyata juga pendatang dari Persia. Salman al-Farisi tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia bertanya apakah Nabi yang diisyaratkan gurunya sudah tiba di Madinah atau belum. Betapa bahagianya Salman, ketika Nabi yang ia cari-cari tak berjarak jauh darinya. Nabi Muhammad benar-benar berada di Madinah.

Setelah menemui Nabi, Salman menyimak dan mengamati Nabi Muhammad dengan tanda-tanda yang dahulu gurunya ceritakan. Satu per satu tanda-tanda kenabian itu terbukti pada diri Nabi Muhammad SAW. Salman al-Farisi menyatakan diri sebagai orang Islam di hadapan Nabi. Beliau menceritakan kisah hidupnya hingga menjadi budak di tanah Madinah. Nabi lantas meminta para Sahabat gotong royong untuk membayar tebusan guna memerdekakan seorang Salman al-Farisi.

Hikmah

Guru terakhir dari Salman al-Farisi tidak pernah bersekongkol dengan Nabi Muhammad SAW mengenai kenabian beliau. Namun apa yang ia isyaratkan seluruhnya terbukti berada dalam diri baginda Nabi Muhammad SAW. Dan seorang Salman al-Farisi bahkan rela menjadikan dirinya sebagai budak demi bertemu sang Nabi. Keseluruhan fakta ini semakin meyakinkan kita akan kebenaran baginda Nabi SAW.

Bagaimana mungkin orang yang tidak pernah bertemu dengan Nabi dalam hidupnya mampu memberikan ciri-ciri yang begitu akurat tentang baginda Nabi padahal ia bukan dukun ataupun tukang sihir. Ia adalah seorang ahli kitab yang secara jelas mendengar kabar akan kedatangan Nabi Muhammad SAW. Beruntunglah Salman al-Farisi yang bisa menjumpai Nabi Muhammad dan menjadi salah satu sahabat dekatnya setelah perjuangan dan perjalanan yang begitu berat.

1
2
Artikulli paraprakJiwa Kepahlawanan Santri Menuju Indonesia Emas 2045
Artikulli tjetërGetok Harga & Biaya Jasa, Konsumen Merasa Tertipu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini