Rasa takut akan terjadinya musibah (sial) itulah yang dialami oleh sebagian masyarakat, khususnya di desa “Gendong” masyarakat setempat mempunyai keyakinan atau kepercayaan apabila mereka manabrak seekor kucing maka mereka dan kendaraannya yang dinaiki akan terkena musibah (sial). Oleh karena itu banyak hal-hal yang mereka lakukan yang diyakini bisa membuang sial tersebut dan menjual kendaraanya dengan harga murah, bagi pembeli yang tahu kejadian tersebut ia tidak akan mau membeli terkecuali dengan harga yang murah karena takut sial. Sebut saja Kang Upin, ia adalah pelaku penabrak kucing, karena mobilnya tidak ingin dijual dengan harga murah, maka ia menjualnya pada Ipin yang tinggal agak jauh dari desanya yang tidak mengetahui mengenai kejadian tersebut. Selang beberapa waktu akhirnya Kang Ipin pun tahu mengenai kejadian tersebut karena ia merasa ditipu akhirnya diapun meminta uangnya kembali pada Kang Upin atau adanya pengurangan harga.

Pertanyaan:

  1. Wajibkah bagi Kang Upin memberitahu pada pembeli mengenai kejadian tersebut mengingat kuatnya kepercayaan masyarakat setempat?
  2. Haruskah Kang Upin memenuhi tuntutan Kang Ipin?

Jawaban 1:

Wajib memberitahu kepada pembeli, mengingat kepercayaan masyarakat setempat terhadap kesialan (tasya’um) dianggap aib.

Catatan:

Mungkin kesialan tersebut bisa dihilangkan dengan membaca manaqib atau sodaqoh pada faqir miskin.

Referensi:

  • عمدة المفتي والمتفتستي (ص:340)

هل التشاؤم من شيء يعدعيبا فيه؟

قال شيخنا ان الأشياء التي جرت العادة بالتشاؤم منها متى قامت بينة عادلة في شيء منها انه يقل الرغبة وينقص القيمة فيهو عيب لدخوله تحت الضابط للعيوب قال ولم أره منقولا، قال : وفي شرح العباب : ولو اختلف بائع ومشتر في صفة هل هي عيب ؟ صدق البائع بيمينه إن لم يعتيرف الحال من غيرهما، فإن عرف لم يثبت كونه عيبا إلا بيمينة

  • مغني المحتاج (2/ 51)
BACA JUGA :  KONTROVERSI HAJI BADAL DI INDONESIA

( وكل ما ) بالجر ( ينقص العين ) بفتح الياء وضبط القاف بضبط المصنف أفصح من ضم الياء وكسر القاف المشددة قال تعالى { ثم لم ينقصوكم شيئا }  ( أو القيمة نقصا يفوت به غرض صحيح إذا غلب في جنس المبيع عدمه ) إذ الغالب في الأعيان السلامة فبدل المال يكون في مقابلة السليم فإذا بان العيب وجب التمكن من التدارك  فقوله يفوت به غرض صحيح قيد في نقص العين خاصة ليحترز به عن قطع أصبع زائدة أو جزء يسير من الفخذ أو الساق لا يورث شينا ولا يفوت غرضا فلا رد به فلو ذكره عقبه إما بأن يقدم ذكر القيمة أو يجعل هذا القيد عقب نقص العين قبل ذكر القيمة لكان أولى  وقوله إذا غلب في جنس المبيع عدمه يرجع إلى القيمة والعين فأما القيمة فاحترز به عن الثيوبة في الأمة

1
2
Artikulli paraprakAkhirat Tempat Balasan Nan Abadi
Artikulli tjetërKonspirasi Masehi & Tahun Baru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini