Dunia yang kita tinggali ini tanpa kita sadari memiliki struktur yang indah dan penuh dengan tanda tanya. Pesatnya pemikiran dan perkembangan ilmu pengetahuan bukannya melumpuhkan bukti bahwa segala sesuatu sudah diatur oleh sang pencipta, namun malah membuktikan betapa hebatnya zat yang mengatur semua ini.
Apakah kita sadar bahwa bunga yang ada didepan rumah kita memiliki jumlah kelopak yang teratur? atau apakah kita sadar bahwa ukuran semua anggota kita memiliki ukuran yang rapi? apakah semua ini hanyalah kebetulan? atau ada sesuatu yang tanpa kita sadari telah mengatur semuanya dengan begitu rapi?
Para ilmuan yang berhasil menemukan susunan yang mengagumkan ini menyebutnya Rasio Emas (Golden Ratio), yang secara matematis dilambangkan dengan huruf Yunani ø (Phi), merupakan konstanta irasional bernilai kira-kira 1,6180339887….. Proporsi geometris ini terjadi ketika suatu garis dibagi menjadi dua bagian sedemikian rupa sehingga rasio antara keseluruhan garis terhadap bagian yang lebih panjang adalah sama dengan rasio antara bagian yang lebih panjang terhadap bagian yang lebih pendek. Bilangan ini pertama kali dikenalkan oleh penulis bernama Euclids pada bukunya yang berjudul Elements pada abad ke-5 Sebelum Masehi. Euclids inilah yang pertama kali mengenalkan dasar-dasar geometri yang dipelajari di sekolah dasar.
Bayangkan kamu punya sebatang cokelat, lalu kamu memotongnya menjadi dua bagian: satu bagian panjang dan satu bagian pendek.
Potongan itu dikatakan memenuhi Rasio Emas jika memenuhi syarat ini:
- Hasil pembagian dari Total panjang cokelat dibagi Potongan Panjang…
- …nilainya sama persis dengan Potongan Panjang dibagi Potongan Pendek.
Penyelidikan sains modern mengungkapkan bahwa Rasio Emas bukan sekadar konstruksi teoritis buatan manusia, melainkan sebuah pola geometris fundamental yang muncul secara alami di banyak hal di sekitar kita, mulai dari pola kelopak bunga, cangkang kerang, susunan wajah manusia yang dianggap simetris, hingga logo merek terkenal (seperti Apple atau Google) dan karya seni legendaris seperti lukisan Mona Lisa.
Secara sederhana, Rasio Emas (Golden Ratio) adalah sebuah angka “ajaib” bernilai sekitar 1,618 yang sering dijadikan patokan untuk membuat proporsi terlihat sangat seimbang, indah, dan pas di mata manusia.
1. Kehadiran Rasio Emas di Alam dan Sains Modern
Mengapa angka 1,618 begitu istimewa? Jawabannya ada pada pola alamiah di sekitar kita. Keterkaitan angka ini dimulai dengan Deret Fibonacci, yaitu deretan angka unik di mana setiap angkanya adalah hasil penjumlahan dua angka sebelumnya, yaitu : 0,1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89 dan seterusnya. Jika Anda membagi satu angka Fibonacci dengan angka sebelumnya (misalnya 31 / 21 atau 89 / 55), hasilnya akan semakin mendekati 1,618.

Semua dimulai Pada abad ke-13, ada ilmuan ahli matematika bernama Leonardo Of Pisa, atau biasa dikenal dengan Fibonacci. Ialah yang pertama kali mengenalkan angka yang saat ini kita gunakan. Fibonacci sendiri mendapatkan angka-angka tersebut dari ilmuan arab yang bernama al-Khawarizmi. Dalam bukunya yang berjudul Liber Abaci, Fibonacci mengajarkan perhitungan dengan angka arab yang ia dapat ini, dari pertambahan, pengurangan ,dan lainnya.
Pada salah satu halamannya, ia menuliskan perkembangbiakan kelinci dengan rumus matematika. Namun, apa hubungannya kelinci dengan angka diatas? Dalam bukunya, ia menuliskan bahwa pasangan kelinci yang ideal akan melahirkan pasangan lain dalam jumlah yang teratur. Dan setiap bulannya pasangan kelinci akan bertambah dalam jumlah 1,1,2,3,5,8 dan seterusnya. Deretan angka inilah yang dikenal dengan deret Fibonacci. Angka-angka tersebut secara ajaibnya ditemukan pada banyak hal yang ada didunia ini.
.


