Adapun menurut orang kafir, maka itu semua merupakan surga bagi mereka karena mereka mendapatkan kesenangan di sana dan mereka lupa akan kehidupan akhirat. Kondisi mereka persis seperti yang Allah gambarkan dalam Al-Qur’an,
وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ
“Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan neraka jahanam adalah tempat tinggal mereka.“ (QS. Muhammad: 12)
Orang kafir apabila mati maka pasti akan masuk neraka, dan sungguh celakalah bagi penduduk neraka. Oleh karena itu, dunia dengan berbagai kesedihan, kekecewaan, kekhawatiran, dan kegelisahan yang ada di dalamnya bagi orang kafir adalah surga karena dia akan berpindah dari dunia menuju azab neraka. Maka, apapun kondisinya di dunia adalah seperti surga bagi mereka dibandingkan kesengsaraan berupa azab neraka di akhirat kelak.
Surga adalah kenikmatan dan kesenangan yang menjadi balasan kepada perbuatan baik. Orang kafir yang berbuat kebaikan menerima balasan kebaikan ketika mereka masih di dunia. Allah memberi balasan lebih banyak dari kebaikan yang hamba-Nya lakukan. Dunia ini tidak ada nilainya di sisi Allah. Rasulullah mengatakan bahwa dunia ini pada sisi Allah nilainya tidak melebihi sebelah sayap nyamuk. Andainya dunia ini ada harga bagi Allah niscaya tidak diizinkan orang kafir tidak diperbolehkan menikmati walau seteguk air. Oleh sebab dunia ini tidak berharga maka ia dihamburkan kepada orang-orang kafir seluas-luasnya supaya mereka merasa puas menerima usaha mereka, dan tidak ada lagi tanggungan balasan yang tinggal buat mereka apabila mereka meninggalkan dunia ini. Di akhirat kelak mereka tidak boleh lagi membuat tuntutan terhadap kebaikan yang mereka lakukan semasa di dunia. Segala utang telah dibayar oleh Allah ketika mereka masih hidup.
Dunia ini selain terikat ruang waktu yang terbatas, ia juga hina di sisi Allah sedangkan balasan kebaikan untuk orang yang beriman sangat mulia dan tinggi nilainya. Jika balasan yang mulia itu diisi ke dalam benda yang kotor, maka kekotoran benda itu akan bercampur dengan kemuliaan balasan itu yang menyebabkan kecacatan pada balasan tersebut. Untuk menunda sesuatu yang baik lagi mulia, disediakan Allah kepada orang yang beriman tempat yang mulia, dan orang Mukmin itu akan dijemput dengan penuh kemuliaan untuk mendapatkan bagiannya yang mulia di tempat yang mulia. Apa yang akan diperolehnya nanti akan kekal, tidak seperti balasan dunia yang bersifat sementara.
Demikian, semoga kita semua termasuk orang yang mendapat rahmat Allah di akhirat kelak….Amiin.


