KH. Abdul Ghafur Maimoen: Mbah Moen Aktif dalam Bahtsul Masail NU
Narasumber berikutnya, KH. Abdul Ghafur Maimoen, Lc., M.A., menyampaikan tentang aktivitas dan peran Mbah Moen dalam Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
Beliau menjelaskan bahwa Mbah Moen merupakan sosok yang aktif di NU. Menurut beliau, salah satu bidang yang banyak mendapat perhatian dari Mbah Moen adalah Bahtsul Masail, karena keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam forum tersebut akan sangat berpengaruh di tengah masyarakat.
Sesi Tanya Jawab: Menggali Harokah Syaikhina Maimoen Zubair
Setelah penyampaian dari kedua narasumber, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber mengenai tema utama kegiatan, yaitu “Harokah Syaikhina Maimoen Zubair dalam Berjam’iyyah Nahdlatul Ulama.”

Dalam sesi tersebut, moderator KH. Abdul Latif Malik, Lc., M.Pd. menyampaikan sebuah ungkapan mengenai perjalanan Mbah Moen bersama Nahdlatul Ulama:
“KH. Maimoen Zubair dengan NU itu kadang ada sukanya dan banyak dukanya, tetapi semangatnya untuk bernahdlatul ulama tidak pernah padam, karena Mbah Zubair termasuk orang yang melahirkan NU.”

Ungkapan tersebut menggambarkan besarnya kecintaan dan semangat Syaikhina KH. Maimoen Zubair dalam berkhidmah kepada Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Berbagai dinamika yang terjadi tidak menjadikan semangat beliau dalam memperjuangkan NU menjadi padam.
Penutup
Halqoh Nasional HIMMA ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan Maulidiyyah dan Harlah ke-60 Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang.
Melalui kegiatan tersebut, para alumni tidak hanya mengenang sosok Syaikhina KH. Maimoen Zubair, tetapi juga kembali menggali nilai-nilai perjuangan, akhlak, dan manhaj beliau dalam berkhidmah kepada agama, pesantren, masyarakat, dan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
Semoga semangat, perjuangan, dan keteladanan Syaikhina KH. Maimoen Zubair dapat terus diwarisi oleh para santri dan alumni Pondok Pesantren Al-Anwar.
Wallāhu a’lam.


