Pesan untuk Senantiasa Membaca Al-Qur’an dan Menghidupkan Maulidan

    Beliau juga menggambarkan tentang sosok Mbah Maimoen dan Kiai-Kiai sarang yang sangat gemar membaca Al-Qur’an, seperti Mbah Syu’aib dan Mbah Zubair. Bahkan Mbah Zubair sebelum atau sesudah Dzuhur selalu membaca Al-Qur’an satu juz.

    Menurut Beliau, Mbah Maimoen dikenal sebagai sosok yang sangat gemar membaca Al-Qur’an. Bahkan, beliau lebih memilih menunaikan ibadah haji setiap tahun daripada umrah, karena waktu pelaksanaan haji lebih panjang. Selama berada di Makkah dan Madinah, beliau memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an.

    Menurut beliau, Mbah Moen ketika berada di rumah, banyak tamu dan berbagai urusan yang harus diperhatikan sehingga waktu untuk membaca Al-Qur’an menjadi lebih terbatas. Sementara itu, selama melaksanakan ibadah haji, Mbah Moen dapat memanfaatkan waktu yang lebih panjang untuk memperbanyak tilawah dan mengkhatamkan Al-Qur’an. Hal tersebut menunjukkan betapa besar kecintaan Mbah Maimoen terhadap Al-Qur’an.

    Pada bagian akhir mauidzohnya, Syaikhina KH. Muhammad Najih Maimoen berpesan kepada para santri dan alumni agar senantiasa berpegang dan istiqamah membaca Al-Qur’an dengan niat lillahi ta’ala.

    Beliau juga mengajak para santri dan alumni untuk turut meramaikan daerah masing-masing dengan kegiatan bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. dan menghidupkan maulidan.

    Pesan tersebut sekaligus menjadi penutup dari rangkaian Ngaji Bareng HIMMA. Para alumni diharapkan tidak hanya membawa kenangan dari pesantren, tetapi juga membawa semangat untuk meneruskan tradisi keilmuan, menjaga hubungan dengan para masyayikh, serta menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat.

    Kegiatan Ngaji Bareng HIMMA ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan kembali para alumni sekaligus memperkuat hubungan antara santri, alumni, dan keluarga besar pesantren. Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menyambung kembali ta’alluq, menguatkan murobathah, serta mengingat kembali amanah untuk meneruskan ajaran dan cita-cita Syaikhina KH. Maimoen Zubair.

BACA JUGA :  Majlis Dzikir Dalam Rangka 40 Hari Wafatnya Ibu Nyai Hj. Fahimah Maimoen Zubair

Wallāhu a’lam.

 

 

1
2
3
4
5
6
Artikulli paraprakMAULIDIYYAH & HARLAH KE-60 PP. AL-ANWAR 1 SARANG

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini