Makna Substansial Hari Santri

Secara substansial, peringatan hari santri memiliki tujuan untuk meneladani “Semangat kebangsaan, cinta tanah air, rela berkorban untuk bangsa dan negara”. Hal ini sebagaimana yang telah Presiden Joko Widodo tegaskan saat deklarasi Hari Santri Nasional di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis 22 Oktober 2015 yang lalu. Jadi ini menegaskan tentang patriotisme dan nasionalisme kaum santri yang harus terus diapresiasi dan diberi ruang untuk menjadi salah satu teladan dalam menumbuhkan rasa cinta kepada negara dan tanah air.

Syekh Wahbah Al-Zuhaily dalam kitabnya, Tafsir al-Wasith, mengatakan:

أَنَّ حُبَّ الوَطَنِ مُتَمَكِّنٌ فِي النُفُوْسِ وَمُتَعَلِقَةٌ بِهِ، لِأَنَّ اللهَ سُبْحانَهُ جَعَلَ الخُرُوْجَ مِنَ الدِّيَارِ وَالأَوْطانِ مُعَادِلاً وَمُقارِنًا قَتْلَ النَّفْسِ، فَكِلَا الأَمْرَيْنِ عَزِيْزٌ، وَلَا يُفَرِّطُ أغْلَبُ النَّاسِ بِذَرَّةٍ مِنْ تُرابِ الوَطَنِ مَهْمَا تَعَرَّضُوْا لِلْمَشَاقِّ وَالْمَتَاعِبِ والمضَايَقاتِ

“Sesungguhnya cinta tanah air adalah hal yang melekat di hati dan berhubungan dengannya. Karena Allah SWT menjadikan keluar dari kampung halaman dan tanah air, setara dan sebanding dengan bunuh diri. Kedua hal tersebut sama beratnya. Kebanyakan orang tidak akan membiarkan sedikitpun tanah dari negaranya manakala mereka berhadapan pada penderitaan, ancaman, dan gangguan.” (Wahbah Al-Zuhaily, Tafsir al-Wasith, Damaskus, Dar Al-Fikr, 1422 H, Juz 1, hal. 342)

BACA JUGA :  Mbah Moen "17-08-45, Kode Etik Umat Islam Indonesia"
1
2
3
4
5
Artikulli paraprakANAK DI LUAR NIKAH, BAGAIMANA STATUSNYA?
Artikulli tjetërPemuda Bangsa Merupakan Kunci Kemajuan Dan Kesejahteraan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini