Perjuangan Tanpa Henti
Di samping itu, peringatan ini juga menegaskan tentang pentingnya kaum santri untuk terus berjuang tanpa henti. Jika dulu para kaum santri berjuang melawan penjajahan fisik, maka kewajiban mereka kini adalah berjuang untuk kemajuan dan kemakmuran bersama. Hari ini kita telah merdeka. Sudah saatnya meneruskan perjuangan para ulama pendiri bangsa dengan memaknai jihad. Bukan untuk berjuang melawan penjajah, tetapi jihad untuk mengisi kemerdekaan dengan memberikan kontribusi positif terhadap negeri. Santri harus mampu mengambil peran sesuai kapasitasnya di tengah masyarakat.
Tak bisa ditampik, mayoritas lembaga pendidikan islam – tempat mayoritas kaum santri berkiprah – masih dalam kondisi yang bisa kita katakan ketinggalan dari lembaga lainnya. Baik dari sarana dan prasarananya maupun dari sember daya manusianya. Ini adalah pekerjaan rumah besar bersama saat ini.
Sayyidina Umar berkata:
لَوْلاَ حُبُّ الوَطَنِ لَخَرُبَ بَلَدُ السُّوءِ فَبِحُبِّ الأَوْطَانِ عُمِّرَتْ البُلْدَانُ
“Jika bukan karena cinta tanah air, niscaya akan rusak negeri yang jelek (gersang). Sehingga, sebab cinta tanah air lah negara akan makmur.” (Ismail Haqqi al-Hanafi, Ruhul Bayan, Beirut, Dar Al-Fikr, Juz 6, hal. 441-442)


