Perjuangan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045
Indonesia akan mengalami usia emas pada tahun 2045. Pada saat itu, Indonesia genap berusia 100 tahun alias satu abad. Di masa itu, targetnya Indonesia sudah menjadi negara maju dan telah sejajar dengan negara adidaya.
Generasi yang akan mewujudkan Indonesia Emas adalah generasi muda, termasuk santri yang saat ini tengah menempuh pendidikan di pondok pesantren. Karena itu, santri harus menjadi santri yang memiliki keunggulan, kompetensi, dan terutama akhlakul karimah.
Akhlak Mulia Santri
Prinsip para salaf (ulama-ulama terdahulu) adalah “mereka mempelajari tentang adab, sopan santun, dan tata krama sebelum/sebagaimana mereka mempelajari ilmu”. Mereka sangat mendorong para muridnya untuk mengetahui adab sebelum mempelajari ilmu.
Prinsip ini berlangsung hingga sekarang. Seorang santri wajib memiliki adab kesopanan, yang tercermin dalam perilakunya bersama gurunya, dan bersama sahabat-sahabatnya. Banyak kiai yang berpesan kepada para santrinya tentang pentingnya menjaga adab dan etika, baik di dalam pondok atau ketika di rumah.
Al-Khatib al-Baghdadi rahimahullah meriwayatkan dari Malik ibn Anas, bahwa Ibnu Sirin pernah mengatakan:
كَا نُوْا يَتَعَلَمُوْنَ الْهَدْيَ كَمَا يَتَعَلَّمُوْنَ الْعِلْمَ
“Mereka (para salaf) mempelajari tentang adab sebagaimana mereka mempelajari tentang ilmu.”
Imam Malik pun pernah berkata kepada salah seorang pemuda Quraisy tentang pentingnya mendahulukan adab sebelum mempelajari ilmu.
يَا أَخِيْ تَعَلَّمْ الْأَدَبَ قَبْلَ أَنْ تَتَعَلَّمَ الْعِلْمَ
“Wahai saudaraku, pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”
Mempelajari adab dan etika membutuhkan proses waktu yang lama. Faktor terpenting yang mempengaruhi baik burukya perilaku yaitu lingkungan, baik keluarga ataupun masyarakat. Dan salah satu lingkungan terbaik yang mengajarkan adab atau perilaku yang baik adalah pesantren. Maka, sudah sepatutnya seorang santri memiliki akhlak yang baik.
Kesimpulan
Keterlibatan santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, membuktikan keberanian, keteguhan, dan semangat perjuangan santri. Hal itu juga membuktikan terdapat jiwa kepahlawanan dalam tubuh santri.
Setelah Indonesia meraih kemerdekaannya, santri dan pesantren terus berperan dalam memelihara dan membangun negara baru. Mereka berperan dalam pendidikan, sosial, dan kegiatan lainnya yang berkontribusi pada pembangunan bangsa.
Menuju Indonesia Emas 2045, generasi muda, termasuk santri harus menjadi pribadi yang memiliki keunggulan, kompetensi, dan terutama akhlakul karimah.


