Fadhilah Tarwiyah Arafah
Keutamaan puasa pada dua hari tersebut telah disebutkan pada hadis:
صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً
“Puasa hari Arafah dapat menebus dosa dua tahun yang lalu.” (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qatadah) –(Al-Munawi, Faidh al-Qadir, juz 4 hlm 211)
Dalam hadits lain disebutkan;
صَومُ يَوْمِ التَّرْوِيَّةِ كَفَّارَةٌ سَنَةً وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةٌ سَنَتَيْنِ
“Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun dan puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun.”
Hadits lain juga menyebutkan;
أنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ عَرَفَةَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالبَاقِيَةَ
“Rasulullah pernah ditanya mengenai puasa pada hari Arafah. Nabi menjawab bahwa puasa tersebut akan menghapus dosa yang telah lalu dan yang akan datang.” (HR. Imam Muslim)
Menghapus Dosa Setahun yang akan Datang
Al-Imam Al-Munawi (w. 1031 H) menjelaskan bagaimana puasa ‘Arafah dapat menghapus dosa setahun setelahnya:
يَحْفَظُهُ أَنْ يُذْنِبَ فِيهَا أَوْ يُعْطِيْ مِنَ الثَّوَابِ مَا يَكُونُ كَفَّارَةً لِذُنُوبِهَا أَوْ يُكَفِّرُهَا حَقِيقَةً وَلَوْ وَقَعَ فِيهَا وَيَكُونُ الْمُكَفِّرُ مُقَدَّمًا عَلَى الْمُكَفَّرِ
“Allah akan menjaganya dari berbuat dosa pada setahun berikutnya tersebut. atau Allah akan memberi pahala yang akan menjadi penghapus dosa-dosanya. atau Allah akan hapus dosanya secara hakiki jika ia melakukan dosa di tahun tsb, sehingga penghapus dosa didahulukan atas yang dihapus.” –(Faidhul Qadir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir, juz 4 hlm 230)
Al-Imam An-Nawawi (w. 676 H) berkata,
وَالْمُرَادُ بِهَا الصَّغَائِرُ إِنْ لَمْ تَكُنْ صَغَائِرُ يُرْجَى التَّخْفِيفُ مِنَ الْكَبَائِرِ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ رُفِعَتْ دَرَجَات
“Maksudnya: dosa-dosa kecil. Jika tidak punya, maka semoga bisa meringankan dosa besar, jika tidak punya, maka menjadi sebab terangkatnya derajat.” -(Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim (VIII/51), cet. Dar Ihya-it Turats, Beirut t. 1392H)


