Kontroversi Lainnya

Kontroversi lainnya adalah keputusan pengadilan agama di beberapa daerah. Keputusan menganggap bahwa talak yang suami jatuhkan kepada istri di luar pengadilan agama sebagai perceraian yang tidak sah. Dan ada undang-undang yang mendukung hal tersebut, antara lain:

  1. Pasal 39 ayat (1) UUP yang berbunyi: “Perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan setelah pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan.”
  2. Pasal 144 KHI berbunyi: “Putusnya perkawinan yang disebabkan karena perceraian dapat terjadi karena talak atau berdasarkan gugatan perceraian.”
  3. Pasal 117 KHI menyatakan: “Talak adalah ikrar suami di hadapan sidang pengadilan Agama yang menjadi salah satu sebab putusnya perkawinan, dengan cara sebagaimana dimaksud dalam pasal 129, 130, dan 131.”

Menurut Syekh Prof. Dr. Wahbah Az Zuhaili dalam karyanya kitab Fiqhul Islam Wa Adillatuhu, mengenai kasus talak yang harus suami jatuhkan di depan hakim ternyata tidak dapat dibenarkan. Alasannya: Bertentangan dengan ijma’ (kesepakatan) empat madzhab.

الفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي (9/ 6878)

 وليست الدعوة المعاصرة إلى جعل الطلاق بيد القاضي ذات فائدة؛ لمصادمة المقرر شرعاً، ولأن الرجل يعتقد ديانة أن الحق له، فإذا أوقع الطلاق، حدثت الحرمة دون انتظار حكم القاضي. وليس ذلك في مصلحة المرأة نفسها؛ لأن الطلاق قد يكون لأسباب سرية ليس من الخير إعلانها، فإذا أصبح الطلاق بيد القاضي انكشفت أسرار الحياة الزوجية بنشر الحكم، وتسجيل أسبابه في سجلات القضاء، وقد يعسر إثبات الأسباب لنفور طبيعي وتباين أخلاقي.

Selain bertentangan dengan ijma’ (kesepakatan) empat madzhab, di sisi lain suatu bentuk talak yang suami jatuhkan di depan hakim tersebut termasuk perbuatan golongan Syiah Imamiyyah.

فقه السنة (2/ 257)

BACA JUGA :  Hasil Keputusan Bahstu Manhaji I

الإشهاد على الطلاق: ذهب جمهور الفقهاء من السلف والخلف إلى أن الطلاق يقع بدون إشهاد، لان الطلاق من حقوق الرجل (1) ، ولايحتاج إلى بينة كي يباشر، حقه، ولم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم، ولاعن الصحابة، ما يدل على مشروعية الاشهاد.

وخالف في ذلك فقهاء الشيعة الامامية فقالوا: إن الاشهاد شرط في صحة الطلاق، واستدلوا بقول الله سبحانه في سورة الطلاق: ” وأشهدوا ذوي عدل منكم، وأقيموا الشهادة لله “.

Larangan Keras Berbuat Zina

Sebagaimana telah kita ketahui, Allah melarang sebuah perzinaan dalam surat Al-Isra ayat 32 yang berbunyi:

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji.Dan suatu jalan yang buruk.” (QS.Al-Isra:32)

Termasuk dosa besar setelah syirik adalah zina, sebagaimana Rasulullah bersabda:

مَا مِنْ ذَنْبٍ بَعْدَ الشِّرْكِ أعْظَمُ عِنْدَ اللهِ مِنْ نُطْفَةٍ وَضَعَهَا رَجُلٌ فِي رَحِمٍ لاَ يَحِلُّ لَهُ

 “Tidak ada dosa yang lebih besar di sisi Allah, setelah syirik, kecuali dosa seorang lelaki yang menumpahkan spermanya dalam rahim wanita yang tidak halal bagi dirinya.” (HR. Ibnu Abi ad-Dunya)

Oleh karena itu, para pasangan suami istri seharusnya mengetahui betul perkara-perkara yang haram dalam hal rumah tangga. Dengan begitu akan tercipta keluarga harmonis bernuansa sakinah mawaddah wa rahmah.

Sumber: Kajian BIM (Badan Intelektual Muhadloroh), Lembaga Pendidikan Muhadloroh PP. Al-Anwar 1 Sarang

1
2
3
Artikulli paraprakLarangan Menjatuhkan Vonis Kufur (Takfir) Secara Membabi Buta
Artikulli tjetërMakna Filosofis “Jihad Santri Jayakan Negeri”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini