Satu Negara

Dalam dawuh Mbah Moen, “satu negara” merujuk pada kesepakatan nasional tertinggi untuk mendirikan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai wadah bersama yang sah dan berdaulat. Bagi Mbah Moen, “satu negara” merupakan puncak dari empat pilar kebahagiaan berbangsa, di mana keberagaman suku, budaya, dan agama di seluruh Nusantara dinaungi di bawah satu hukum, satu konsensus politik, dan satu kepemimpinan negara yang melindungi seluruh rakyatnya tanpa terkecuali.

Secara historis dan keagamaan, pilar “satu negara” ini dipandang sebagai bentuk kesepakatan kebangsaan (Darul Mitsaq) yang wajib dirawat dan dibela. Mbah Moen menekankan bahwa ikrar untuk membentuk satu negara tidak lahir begitu saja, melainkan berakar dari rujukan gerak Sumpah Pemuda 1928 yang mengalir lurus menuju titik kemerdekaan pada Proklamasi 17 Agustus 1945. Oleh karena itu, mempertahankan keutuhan “satu negara” bukan hanya tugas politik, melainkan juga panggilan moral dan spiritual demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, tenteram, damai, dan penuh keberkahan.

Hal tersebut semakna dengan hadist nabi :

عَنْ عَرْفَجَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: «مَنْ أَتَاكُمْ وَأَمْرُكُمْ جَمِيعٌ عَلَى رَجُلٍ وَاحِدٍ يُرِيدُ أَنْ يَشُقَّ عَصَاكُمْ أَوْ يُفَرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ فَاقْتُلُوهُ .» 

Artinya : “Barang siapa yang datang kepada kalian, sedangkan urusan kalian telah bersatu di bawah kepemimpinan satu orang (pemerintah/pemimpin yang sah), lalu ia ingin memecah belah tongkat persatuan kalian atau memecah belah jamaah (kesatuan) kalian, maka bunuhlah/tindaklah ia.” (HR. Muslim No. 1852)

Maka siapapun yang mencoba memecah kedamaian negara ini, yang tercipta dari jeripayah para pemuda untuk menggapai kemerdekaan, adalah musuh besar yang harus kita perangi. 

Pemuda dihari ini

Mbah Moen meneruskan dengan, hadist :

 شُبَّانُنا الْيَوْمِ رِجَالُنا الْغَدِّ 

yang berarti  “Pemuda kita dihari ini adalah penentu/pemimpin kita di masa depan”

BACA JUGA :  SHOFARUL KHOIR DAN RABU WEKASAN

ungkapan ini merujuk pada peran strategis dan historis generasi muda sebagai penggerak utama arah perjalanan bangsa. Mbah Moen menekankan bahwa keberadaan bangsa Indonesia sejak tercetusnya Sumpah Pemuda 1928 hingga lahirnya Proklamasi Kemerdekaan 1945 tidak lepas dari keberanian, visi, dan kesadaran para pemuda pada zamannya. Dalam pandangan beliau, masa depan suatu bangsa sangat bergantung pada bagaimana pemudanya dibina dan mengambil peran pada hari ini.

Hal ini mirip dengan yang terjadi pada zaman Rasulullah. Keberhasilan dakwah Rasulullah SAW tak pernah lepas dari peran vital para pemuda hebat di sekelilingnya. Nama-nama seperti Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Usamah bin Zaid, dan Abdullah bin Abbas adalah potret nyata kontribusi anak muda dalam sejarah Islam. Sayyidina Ali sang babu al-‘ilmi dikenal sebagai pahlawan tangguh di medan perang, salah satunya pada pertempuran Khaibar. Beliau bahkan pernah menegaskan betapa baginya seribu sabetan pedang jauh lebih ringan daripada mati di atas ranjang. Tak kalah mengagumkan, Usamah bin Zaid sudah diberi amanah menjadi panglima perang melawan adidaya Romawi di usianya yang masih sangat muda. Adapun Sayyidina Abdullah bin Abbas memesona lewat ketajaman nalar dan kedalaman ilmunya yang luar biasa. 

Secara filosofis dan sejarah, pemuda bukan sekadar penerus, melainkan jembatan yang menghubungkan cita-cita perjuangan dengan wujud nyata kemerdekaan. Ketika para pemuda di tahun 1928 berani mengikrarkan persatuan nusa, bangsa, dan bahasa, merekalah yang kemudian tumbuh menjadi tokoh-tokoh kunci yang mengantarkan Indonesia mencapai pintu kemerdekaan pada tahun 1945. Oleh karena itu, melalui dawuh ini Mbah Moen hendak mengingatkan bahwa nilai kebangsaan dan semangat pergerakan harus terus ditanamkan kepada generasi muda masa kini, sebab di tangan merekalah keberlanjutan, keutuhan, dan kebahagiaan Indonesia di masa depan dipertaruhkan.

1
2
3
4
Artikulli paraprakSHOLAWAT & MAU’IDZOH DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI SANTRI NASIONAL 2026 M.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini