Indonesia memiliki perkumpulan gerakan pendidikan kepanduan anak-anak dan pemuda yang diberi nama Praja Muda Karana atau Pramuka. Pramuka sendiri ditetapkan oleh Presiden Soekarno pada 14 Agustus 1961 atau 16 tahun setelah proklamasi kemerdekaan.

lambang tunas kelapa
Tunas Kelapa yang Menjadi Lambang Pramuka dan Simbol Gerakan Pemuda

Pramuka memiliki lambang tunas kelapa atau buah nyiur yang memiliki makna mendalam. Tunas buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti pribumi, yang akan menurunkan generasi baru.

Lambang itu juga mengartikan bahwa buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan apapun. Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan dirinya menyesuaikan diri dengan keadaan sekelilingnya. Nyiur bertumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia.

Akar nyiur yang bertumbuh kuat dan erat di dalam tanah melambangkan bahwa tekad dan keyakinan tiap Pramuka dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, dalam mencapai cita-citanya. Nyiur adalah pohon yang serbaguna, dari ujung hingga akarnya. Jadi lambang ini mengiaskan bahwa setiap Pramuka adalah manusia yang berguna kepada kepentingan tanah air dan umat manusia.

Maha Suci Allah SWT yang telah menjadikan tanah air tercinta Indonesia menjadi negara muslim terbesar di dunia. Maha kuasa Allah SWT pula yang telah menganugerahkan kekayaan alam di bumi pertiwi ini.

Segala puja dan puji milik Allah SWT yang telah melimpahkan ilmu dan wawasan kepada KH. Maimoen Zubair mengenai sejarah dan juga tafsir Al-Quran. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang telah bersabda tentang pahlawan yang tumbuh dari para pemuda.

Semoga Indonesia selalu diberi kejayaan dan kemakmuran oleh Allah. Semoga umat Islam di Indonesia selalu dijaga, diberi kemudahan dan ketentraman oleh Allah yang Maha Pemberi Ketentraman.

BACA JUGA :  Sumpah Pemuda, Indonesia, dan Islam

Mbah Moen pernah menyampaikan, “Indonesia harus Nasionalis Religius, Religius Nasionalis.” Semoga ampunan dan rahmat-nya selalu mengalir kepada beliau, KH. Maimoen Zubair beserta keluarga, keturunan, dan para santrinya. Amin Ya Rabbal Alamin.

Sumber:

Daftar 5 Negara Muslim Terbesar di Dunia – Katadata.co.id

Lambang Pramuka Tunas Kelapa: Makna dan Sejarah – Detik.com/edu

10 Negara dengan Hutan Terluas di Dunia – Kompas.com

Luas Lahan Sawah (Hektar) – Badan Pusat Statistik

Rahasia di Balik Tanggal Kemerdekaan | Mbah Moen ~ppalanwarsarang

Sholat dan Kemerdekaan Bangsa Indonesia | Spesial Kemerdekaan | KH. Maimoen Zubair

1
2
3
4
Artikulli paraprakKHIDMAH ATAU CINTA
Artikulli tjetërMakna Kemerdekaan Di Mata Santri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini