- Imam Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari berkata: “Barang siapa yang membaca dzikir ini pada hari ‘asyuro maka hatinya tidak akan pernah mati.” Dzikir tersebut adalah:

سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ المِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ،
Maha suci Allah, sepenuh mizan (timbangan) dan sepanjang batas ilmu pengetahuan, serta sejumlah besar keridhaan, dan seindah dekorasi hiasan ‘arsy.
وَالْحَمْدُ للهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ،
Segala puji bagi Allah, sepenuh mizan (timbangan) dan sepanjang batas ilmu pengetahuan, serta sejumlah besar keridhaan, dan seindah dekorasi hiasan ‘arsy.
وَاللهُ أكْبَرُ مِلْءَ المِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ،
Maha Besar Allah, sepenuh mizan (timbangan) dan sepanjang batas ilmu pengetahuan, serta sejumlah besar keridhaan, dan seindah dekorasi hiasan ‘arsy.
لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ،
Tidak ada tempat berlindung dan tempat yang aman dari (kehendak buruk) Allah kecuali kepada Allah sendiri.
سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا،
Maha suci Allah, dengan segenap dan sejumlah bilangan genap-ganjil. Dan sejumlah kalimat-kalimat (kekuasaan) Allah yang sempurna.
وَالْحَمْدُ للهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا،
Segala puji bagi Allah, dengan segenap dan sejumlah bilangan genap-ganjil. Dan sejumlah kalimat-kalimat (kekuasaan) Allah yang sempurna.
واللهُ أكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا.
Maha Besar Allah, dengan segenap dan sejumlah bilangan genap-ganjil. Dan sejumlah kalimat-kalimat (kekuasaan) Allah yang sempurna.
أسْأَلُكَ السَّلاَمَةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ،
Aku memohon keselamatan kepadamu (ya Allah) dengan rahmatmu wahai Dzat yang paling belas kasih dari orang orang yang belas kasih.
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ،
Tidak ada kekuatan untuk melakukan ibadah dan tidak ada kekuatan untuk meninggalkan maksiat kecuali kekuatan dari Allah.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ،
Semoga Allah memberikan rahmat kepada pemimpin kami, Muhammad dan kepada keluarga dan sahabat-Nya, semuanya.
وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Segala puji bagi Allah, pengatur alam semesta.
- Imam al-Ajhuri berkata: “Sesungguhnya orang yang pada hari ‘asyura membaca
حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Cukuplah Allah Pelindung kami, Dia sebaik-baik Wakil yang kami dambakan, dan Dia sebaik-baik Penolong yang kami harapkan.
70x, maka Allah akan membuatnya terhindar dari keburukan pada tahun itu.”
Rasulullah SAW sendiri yang dosa-dosanya telah diampuni oleh Allah SWT tidak kurang dari 70 kali meminta ampun kepada Allah setiap harinya. Hal tersebut seperti yang diriwayatkan Imam al-Bukhari.
Dengan demikian, apakah pantas umatnya yang selalu bergelimang dengan dosa ini tidak meminta ampun kepada Allah setiap harinya? Maka hari ‘Asyura adalah kesempatan emas bagi umatnya untuk memperbanyak dzikir dan istighfar kepada Allah SWT.
Kesimpulannya, hari ‘Asyura merupakan salah satu waktu istimewa dengan beragam peristiwa yang melingkupi. Karenanya, umat Islam disarankan menjadikan hari ‘Asyura sebagai sarana refleksi agar menjadi lebih baik yang ditunjukkan dengan berpuasa dan memperbanyak dzikir sebagaimana dianjurkan ulama. Termasuk tentu saja melakukan muhasabah (introspeksi), mengambil pelajaran baik atas sejumlah kejadian masa lalu yang demikian monumental.


