Akhirnya, Qurban bukan hanya ritual tahunan, melainkan pendidikan ruhani yang mengajarkan keikhlasan, ketakwaan, dan kepedulian sosial. Allah ﷻ tidak membutuhkan darah dan daging hewan qurban, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Hajj ayat 37:

﴿ لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ ﴾

“Daging-daging dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”

    Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu menghidupkan syiar Qurban dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan.

BACA JUGA :  DALIL KESUNNAHAN PUASA TARWIYAH DAN ARAFAH
1
2
3
Artikulli paraprakTahlil dan Kirim Doa Memperingati Haul Almaghfurlah KH. Maimoen Zubair ke-7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini