1. Menyia-nyiakan Harta

Hal yang tak kalah penting untuk kita perhitungkan dalam tradisi sesajen adalah menyia-nyiakan harta. Meletakkan makanan di tempat tertentu dan membiarkannya membusuk adalah sebuah tindakan menyia-nyiakan harta. Sebagaimana Allah jelaskan dalam Al-Quran:

{ูˆูŽุขุชู ุฐูŽุง ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ ุญูŽู‚ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒููŠู†ูŽ ูˆูŽุงุจู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุจููŠู„ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุจูŽุฐู‘ูุฑู’ ุชูŽุจู’ุฐููŠุฑู‹ุง (26) ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุจูŽุฐู‘ูุฑููŠู†ูŽ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠูŽุงุทููŠู†ู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ู„ูุฑูŽุจู‘ูู‡ู ูƒูŽูููˆุฑู‹ุง (27) } [ุงู„ุฅุณุฑุงุก: 26ุŒ 27]

Berikanlah kepada kerabat dekat haknya, (juga kepada) orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. Janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros (26). Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya (27). (QS. AL-Isra: 26-27)

Banyak ulama yang memberi penafsiran mengenai apa itu mubadzir menurut Islam? Salah satu yang menurut kami relevan menjadi bahan kajian berkaitan dengan sesajen ini adalah penafsiran riwayat Ibnu Masโ€™ud r.a dan penafsiran Imam Baghawi selaku seorang ahli fiqh.

ุงู„ุฏุฑ ุงู„ู…ู†ุซูˆุฑ ููŠ ุงู„ุชูุณูŠุฑ ุจุงู„ู…ุฃุซูˆุฑ (5/ 274)

ุนูŽู† ุงุจู’ู† ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏ ุฑูŽุถููŠ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู†ู‡ู ูููŠ ู‚ูŽูˆู’ู„ู‡: {ูˆูŽู„ูŽุง ุชุจุฐุฑ ุชุจุฐูŠุฑุงู‹} ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงู„ุชุจุฐูŠุฑ ุฅูู†ู’ููŽุงู‚ ุงู„ู…ูŽุงู„ ูููŠ ุบูŠุฑ ุญูŽู‚ู‡

โ€œDiriwayatkan dari Ibnu Masโ€™ud r.a mengenai ayat: jangan menyia-nyiakan harta, bahwa beliau berkata: tabdzir adalah mengalokasikan harta tidak pada haknya.โ€

ุชูุณูŠุฑ ุงู„ุจุบูˆูŠ – ุฅุญูŠุงุก ุงู„ุชุฑุงุซ (1/ 569)

ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุจู’ุฐููŠุฑู: ู‡ููˆูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู†ู’ููู‚ูŽ ู…ูŽุงู„ูŽู‡ู ูููŠู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ูููŠู‡ู ู…ูŽุญู’ู…ูŽุฏูŽุฉูŒ ุฏูู†ู’ูŠูŽูˆููŠู‘ูŽุฉูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุซููˆุจูŽุฉูŒ ุฃูุฎู’ุฑูŽูˆููŠู‘ูŽุฉูŒ

โ€œTabdzir adalah mengalokasikan harta pada penggunaan yang tidak memiliki aspek terpuji (positif) di dunia serta tidak memiliki pahala di akhirat.โ€

Jika melihat dua definisi yang tertera di atas, maka sesajen sangat rentan akan keharaman tabdzir atau menyia-nyiakan harta. Jelas menaruh makanan di tempat angker tidak akan memberi dampak positif apapun, baik di dunia ataupun di akhirat.

BACA JUGA :  Pembaruan Iman

Alangkah baiknya jika makanan tersebut diinfaqkan kepada saudara kita yang membutuhkan. Ironis rasanya jika kita sebagai muslim dan umat Nabi Muhammad justru lebih percaya pada hal-hal mistis yang bertentangan dengan Syariat.

Bukankah Nabi telah menjelaskan bahwa bersedekah dapat membebaskan kita dari bala dan musibah?

ุณู†ู† ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ุช ุดุงูƒุฑ (3/ 43)

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŽ ู„ูŽุชูุทู’ููุฆู ุบูŽุถูŽุจูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุจู‘ู ูˆูŽุชูŽุฏู’ููŽุนู ู…ููŠุชูŽุฉูŽ ุงู„ุณู‘ููˆุกู

โ€œDiriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: sesunggguhnya sedekah mematikan amarah Tuhan dan menolak bangkai keburukan.โ€

Terdapat riwayat dalam hadist lain:

ุนู† ุนู„ูŠ ุจู† ุฃุจูŠ ุทุงู„ุจ – ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ – : ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู‚ุงู„ : ยซุจุงุฏูุฑููˆุง ุจุงู„ุตุฏู‚ุฉ ุŒ ูุฅู†ูŽ ุงู„ุจู„ุงุก ู„ุง ูŠุชุฎุทู‘ูŽุงู‡ุง ยป

Dari Ali bin Abi Thalib R.a bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: โ€œsegeralah bersedekah, karena balaโ€™ (musibah) tak bisa melewatinyaโ€.

Penulis: Ust. A. Maimun Nafis, S.Ag.

1
2
3
4
5
Artikulli paraprakHukum Memboikot Produk Israel
Artikulli tjetรซrWanita Istihadlah dan Haidl, Apakah Wajib Sholat?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini