Kritik dan Solusi dari Syaikhina KH. Maimoen Zubair

Kritik terhadap i’timad ala al-amal ini juga kerap kita dengar dari kajian-kajian al-maghfurlah Syaikhina KH. Maimoen Zubair, Wong saiki podo golek ganjaran, ora golek ridlone Allah ta’ala. Rumangsane mlebu suargo songko amale.Orang sekarang saling mencari pahala, bukannya ridlo Allah SWT. Mereka mengira masuk surga karena amal perbuatannya. Kira-kira demikian substansi yang kami dapat dari apa yang kerap beliau utarakan.

Bukan Syaikhina namanya jika menguraikan satu problem tanpa menawarkan solusinya. Solusi yang beliau sodorkan selalu jitu dan tepat mengatasi akar masalahnya. Memandang masalah i’timad ‘ala al-‘amal adalah masalah prinsip atau cara pandang, maka menurut pengamatan kami beliau pada akhirnya juga menyodorkan pembenahannya yang juga berupa cara pandang.

Pembenahan yang beliau lakukan -yang bisa kami tangkap- adalah kerap mengingatkan santri mengenai konsep teologis wahdaniyat al-af’aal serta orientasi amal yang bertumpu pada ridlo Allah bukannya sekedar pada pahala. Dan jika kita benar-benar bisa menghayati dawuh (perkataan) Syaikhina ini. Maka masalah i’timad ‘ala al-‘amal sebagaimana yang Syaikh Ibnu ‘Atha’illah sampaikan akan teratasi.

Mari kita urai sedikit apa yang Syaikhina KH. Maimoen Zubair kaji. Kemudian akan kami coba korelasikan dengan permasalahan i’timad ‘ala al-‘amal:

Beliau kerap mengingatkan kita mengenai wahdaniyat al-af’aal, sebuah konsep teologis yang tidak asing dalam tiap kajian tauhid terutama yang terafiliasi dengan Imam Asy’ari dan Imam Maturidi. Dalam konsep ini kita disadarkan untuk meyakini bahwa seluruh hal yang kita lakukan adalah ciptaan Allah. Yang menjadi ‘jatah’ kita adalah ikhtiyar (memilih) dan iktisab (melakukan).

BACA JUGA :  Mengingat Allah akan Menghilangkan yang Lain-Nya
1
2
3
Artikulli paraprakKesuksesan Diperoleh dengan Bimbingan Guru
Artikulli tjetërSEDEKAH DENGAN NIAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini