Prinsip I’timad ‘ala al-‘amal

Secara garis besar, prinsip adalah sesuatu yang menjadi pokok dasar berpikir, bertindak, dan sebagainya. Banyak orang yang melakukan suatu kebaikan bergantung pada kebaikannya tersebut (I’timad ‘ala al-‘amal). Mereka berpikir bahwa kebaikannya bisa mengantarkan dia ke surga. Dia tidak memikirkan bahwa orientasi amal sesungguhnya adalah ridlo Allah SWT. Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif dan perlu adanya solusi.

Bahaya I’timad ‘ala al-‘amal

Imam Ibnu ‘Atha’illah mengingatkan dampak atau bahaya prinsip I’timad ‘ala al-‘amal. Dalam kitab Al-Hikam beliau menyampaikan,

مِنْ عَلَامَةِ الْاِعْتِمَادِ عَلَى الْعَمَلِ – نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُوْدِ الزَّلَلِ

“Termasuk tanda ketergantungan pada perbuatan adalah hilangnya harapan ketika terjadi kesalahan.”

Hikmah ini mengingatkan kita agar memosisikan amal baik yang kita lakukan tepat pada porsinya. Yang beliau kritik di dalam hikmah ini adalah i’timad ‘alal amal (berpegangan pada amal pribadi). Menurut kami, beliau menyebut kata ‘alamat (tanda) dalam hikmah tersebut tidak bermasksud menjelaskan indikatornya belaka. Namun terdapat unsur ta’ridl (sindiran) mengenai akibatnya.

Maka (secara tersirat) yang beliau inginkan dalam hikmah kali ini adalah mengingatkan bahayanya i’timad ‘ala al-‘amal (mengandalkan amal) dengan cara menjelaskan dampak negatifnya. Analoginya seperti ketika pemerintah ingin melarang narkoba, maka yang mereka lakukan selanjutnya adalah sosialisasi masif mengenai dampak negatifnya. Harapannya tentu dengan mengetahui dampak negatifnya, masyarakat akan meninggalkan apa yang harus mereka tinggalkan.

Beliau Imam Ibnu ‘Atha’illah menghadirkan dampak negatif dari i’timad ‘ala al-‘amal yaitu keputusasaan. Seorang yang terjebak dalam asumsi i’timad ‘ala al-‘amal pada satu titik akan berada pada ruang hampa tanpa harapan jika ia merasa telah melakukan kesalahan tak termaafkan. Keputusasaan ini jelas fatal karena sama saja dengan membatasi maha luasnya Rahmah (kasih sayang) dan Maghfirah (ampunan) Allah SWT.

BACA JUGA :  Hikmah 227 Pemikiran ilmuwan yang dangkal
1
2
3
Artikulli paraprakKesuksesan Diperoleh dengan Bimbingan Guru
Artikulli tjetërSEDEKAH DENGAN NIAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini