Orientasi Melakukan Kebaikan
Jika kita mengilhami apa yang beliau dawuh-kan bahwa amal kita adalah ciptaan Allah, maka akan lahir kesadaran bahwa mengandalkan amal baik yang kita lakukan adalah sebuah kesalahan besar. Bagaimana bisa kita mengandalkan sesuatu yang bahkan bukan merupakan jasa kita, melainkan berkat anugerah dari Allah SWT?
“Bagaimana mungkin kita akan mengandalkan pemberian di hadapan Sang Pemberi?”
Selain itu, solusi yang kerap beliau hadirkan adalah orientasi amal agar kita tidak melulu fokus pada pahala namun juga harus fokus terhadap ridlo Allah SWT. Beliau juga kerap mengingatkan bahwa ridlo bukanlah sesuatu yang matematis. Ridlo adalah hak prerogatif Allah yang Allah berikan kepada hamba-Nya karena satu kebaikan yang dia lakukan, besar ataupun kecil. Dan penetapan ridlo itu Allah pilih tanpa sepengetahuan dan persetujuan dengan hamba-Nya.
Beliau sering mengutip dawuh ulama:
أَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ
“Engkau lah tujuanku. Dan ridlomu yang kucari.”
رِضَى اللهِ فِيْ حَسَنَةٍ مِنَ الْحَسَنَاتِ
“Ridlo Allah berada dalam satu kebaikan dari berbagai kebaikan.”
Kedua kalam hikmah tersebut dapat menjadi jurus jitu agar kita tidak selalu mengandalkan amal kita serta sehingga kita tidak berada pada titik putus asa dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Dengan solusi sebagaimana yang Syaikhina berikan, maka dampak negatif yang Imam ‘Atha’illah sampaikan akan dengan mudah teratasi. Sederhananya demikian: jika kita meyakini bahwa amal yang kita lakukan adalah anugerah, maka akan menjadi naif rasanya jika kita masih bersikukuh mengandalkan amal yang sejatinya merupakan pemberian.
Dan jika kita sadar bahwa ridlo Allah berada pada satu kebaikan yang tidak kita ketahui, maka kita tidak akan pernah berputus asa dalam taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. “Siapa tahu saya mendapatkan ridlo Allah justru dari taubat saya atas kesalahan ini”. Begitu mungkin kalimat yang bisa kita ucapkan jika Syaithan mencoba menggoda kita untuk berputus asa karena sebuah dosa.
Penulis: Ust. Ahmad Maimun Nafis, S.Ag.


