Makna Muharram

Bulan Muharram termasuk dalam empat “Asyhur Hurum” (bulan-bulan haram), sebagaimana firman Allah:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ

Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar (QS. Al-Baqarah : 217)

Imam Fakhruddin ar-Razi menjelaskan:

وَإِنَّمَا سُمِّيَتْ حُرُمًا لِأَنَّهُ كَانَ يَحْرُمُ فِيهَا الْقَتْلُ وَالْقِتَالُ، فَهَذِهِ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ لَمَّا حُرِّمَ الْقَتْلُ وَالْقِتَالُ فِيهَا كَانَتْ حُرُمًا

“Bulan-bulan itu dinamakan ‘hurum’ (suci) karena pada bulan-bulan tersebut diharamkan pembunuhan dan peperangan. Maka, ketika pembunuhan dan peperangan diharamkan pada bulan-bulan tersebut, maka bulan-bulan itu pun disebut sebagai bulan-bulan haram.

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam tafsirnya mengatakan:

وقيلَ: إنَّ سبب تحريمِ هذه الأشهرِ الأربعةِ بينَ العربِ لأجلِ التمكُّن منَ الحجِّ والعُمْرةِ، فحُرِّمَ شهرُ ذي الحجَّةِ، لوقوع الحجِّ فيه، وحُرِّم معه شهرُ ذي القعدة، للسَّيْرِ فيه إلى الحجِّ. وشهر المحرم، للرجوع فيه من الحجِّ، حتى يأمَنَ الحاجُّ على نفسِهِ من حين يخرجُ من بيتِهِ إلى أن يرجعَ إليه.

“Dikatakan bahwasanya sebab pengharaman empat bulan ini di kalangan bangsa Arab adalah agar mereka bisa melaksanakan haji dan umrah dengan leluasa. Maka, bulan Dzulhijjah diharamkan karena pelaksanaan haji terjadi pada bulan itu. Bulan Dzulqa’dah juga diharamkan karena digunakan untuk perjalanan menuju haji. Sedangkan bulan Muharram diharamkan karena digunakan untuk perjalanan pulang dari haji, sehingga para jamaah haji dapat merasa aman terhadap diri mereka sendiri sejak mereka berangkat dari rumah hingga kembali ke rumahnya.”

Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Adh-Dhahhak:

إنما سمين حرمًا لئلا يكون فيهن حرب.

“Sesungguhnya bulan-bulan itu dinamakan ‘haram’ agar tidak terjadi peperangan di dalamnya.”

Sayyid Bakri Syato dalam kitabnya mengatakan:

BACA JUGA :  SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H/2014 M

وإنما سميت حرما: لأن العرب كانت تتحرمها وتعظمها، وتحرم فيها القتال، حتى أن أحدهم لو لقي قاتل أبيه أو ابنه أو أخيه في هذه الأشهر لم يزعجه،

Disebut Muharram karena orang-orang Arab dahulu mengagungkannya dan menghormatinya, serta mengharamkan peperangan di dalamnya. Sampai-sampai, jika seseorang dari mereka bertemu dengan pembunuh ayahnya, anaknya, atau saudaranya pada bulan-bulan ini, ia tidak akan mengusiknya

1
2
3
4
Artikulli paraprakIlqoul Mawaidz Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H di PP Al-Anwar 1 Sarang
Artikulli tjetërKeutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura di Bulan Muharram

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini