Larangan Berbuat Dzalim di Bulan Muharram
Sebagaimana telah kita ketahui bahwasanya bulan Muharram adalah bulan yang mulia, berbuat kebaikan di bulan itu dilipatgandakan padahalanya. Begitu juga sebaliknya, berbuat dosa pada bulan tersebut juga lebih berat dosanya.
Imam Khozin dalam tafsirnya menjelaskan:
ولما جاء الإسلام لم يزدها إلا حرمة وتعظيما ولأن الحسنات والطاعات فيها تتضاعف وكذلك السيئات أيضا أشد من غيرها فلا يجوز انتهاك حرمة الأشهر الحرم
Ketika Islam datang, bulan-bulan haram (asyhurul hurum) tidak bertambah kecuali semakin dimuliakan dan diagungkan, karena pada bulan-bulan itu pahala kebaikan dan amal saleh dilipatgandakan, dan dosa atau maksiat pun lebih berat daripada di bulan lainnya. Maka jangan sekali-kali melanggar kehormatan bulan-bulan haram ini.”
وَقَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَلْحَةَ، عَنِ ابْنِ عباس قوله: {إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا} الْآيَةَ {فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ} فِي كلِّهن، ثُمَّ اخْتَصَّ مِنْ ذَلِكَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ فَجَعَلَهُنَّ حَرَامًا، وعَظم حُرُماتهن، وَجَعَلَ الذَّنْبَ فِيهِنَّ أَعْظَمَ، وَالْعَمَلَ الصَّالِحَ وَالْأَجْرَ أَعْظَمَ.
Ali bin Abi Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firman Allah: “Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan…” dan “maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu..”
Ibnu Abbas menafsirkan; “Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memilih empat bulan tertentu untuk dimulyakan. Dia mengagungkan kehormatannya, menjadikan dosa-dosa dalam bulan-bulan tersebut lebih besar, dan amal baik serta pahala yang dilakukan dalamnya juga lebih besar.”
وَقَالَ قَتَادَةُ فِي قَوْلِهِ: {فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ} إِنَّ الظُّلْمَ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ أَعْظَمُ خَطِيئَةً وَوِزْرًا، مِنَ الظُّلْمِ فِيمَا سِوَاهَا، وَإِنْ كَانَ الظُّلْمُ عَلَى كُلِّ حَالٍ عَظِيمًا، وَلَكِنَّ اللَّهَ يُعَظِّمُ مِنْ أَمْرِهِ مَا يَشَاءُ
Imam Qatadah menafsiri tentang firman Allah Ta‘ala: “Maka janganlah kalian menzalimi diri kalian sendiri pada bulan-bulan itu.” Sesungguhnya kezaliman pada bulan-bulan haram adalah dosa dan kesalahan yang lebih besar dibandingkan kezaliman pada bulan-bulan selainnya — meskipun pada semua keadaan, kezaliman itu tetap merupakan dosa besar. Namun Allah membesarkan dan mengagungkan perkara-perkara tertentu dari urusan-Nya sesuai kehendak-Nya. (Tafsir at-Thabari)


