Dikutip dari kitab An-Nawadir karya Imam Al-Qulyubi, “Dikisahkan bahwa pada terdapat seorang fakir miskin yang mendatangi seorang Qodli daerahnya pada hari ‘Asyuro.
“Semoga Allah memuliakan sang Qodli” ungkapnya sambil memohon
“Hamba hanyalah seorang fakir yang memiliki keluarga, hamba datang kepada engkau memohon belas kasih demi hari yang mulia ini agar engkau berkenan memberi 10 manna roti, 10 manna daging, dan uang dua dirham agar hamba dapat mengenyangkan perut anak-anak hamba pada hari ini, dan sungguh balasan dari Allah akan dilimpahkan untukmu”
Mendengar hal tersebut sang Qodli menjanjikan kepadanya untuk datang waktu dzuhur. Setiba waktu dzuhur, pergilah si fakir menemuinya untuk memenuhi janji sang Qodli. Namun sang Qodli menjanjikannya untuk menemuinya selepas ashar. Begitulah seterusnya hingga tiba waktu maghrib.
Saat si fakir mencoba menemuinya selepas maghrib untuk menagih janji. Sang Qodli malah berkata, “Aku tidak memiliki apapun untuk kuberikan padamu”
Seketika si fakir pulang setelah mendengar perkataan tersebut. Ia berjalan dengan lunglai, lemas, dan hati yang terpecah sambil terus berpikir bagaimana ia akan menjawabi pertanyaan anak-anaknya nanti.


