Malam harinya, sang Qodli bermimpi. Dalam mimpinya ia mendengar suara yang berkata,

“Angkatlah kepalamu!”

Sang Qodli pun mengangkat kepalanya dan tiba-tiba ia melihat terdapat dua istana yang terbuat dari batu bata emas dan perak. Takjub dan penasaran akan hal tersebut, ia bertanya

“Wahai Tuhanku, untuk siapa kedua istana ini?”

“Sebenarnya keduanya untukmu andai saja engkau memenuhi permintaan si fakir. Namun ketika engkau menolaknya maka keduanya jadi milik si Nashrani”

Seketika sang Qodli terbangun dengan keadaan menyesal dan menyalahkan dirinya sendiri. Lantas paginya ia pergi menuju si Nashrani sambil bertanya

“Apa kebaikan yang telah kau lakukan?”

Bukannya menjawab, si Nashrani membalasnya dengan pertanyaan. “Untuk apa pertanyaanmu ini?”

Kemudian sang Qodli menceritakan seluruh mimpinya tadi malam sambil berkata, “Juallah pahala kebaikan yang telah kau lakukan kepada si fakir kemarin seharga 100.000 dirham”

“Sungguh aku tidak akan menjualnya walaupun seharga emas yang memenuhi seluruh bumi” ucap si Nashrani dengan kukuh “Tetapi aku bersaksi di hadapanmu wahai Qodli bahwasanya ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya”

Pada akhirnya, Allah SWT membukakan hidayah kepada seorang Nashrani melalui sedekah dan berkah pada hari ‘Asyuro (tanggal 10 Muharram). Maka bagaimana apabila yang melakukan adalah seorang Muslim? Seberapa besar pahala dan keberkahan yang akan didapatkannya? Oleh karena itu kita sebagai Muslim setelah mengetahui Keistimewaan bulan muharram haruslah lebih memperbanyak lagi ibadah dan sedekah terutama pada hari ‘Asyuro (tanggal 10 Muharram) ini.

BACA JUGA :  KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN
1
2
3
4
5
Artikulli paraprakADANYA WIRID TANDA ADANYA KEISTIMEWAAN
Artikulli tjetërAMALAN MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1444 H DI PP. AL-ANWAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini