Keistimewaan bulan muharram bukan hanya puasa, kita juga disunnahkan untuk lebih menghidupkan malam-malam pada bulan Muharram ini dengan melakukan dzikir dan amal ibadah lain, terutama di sepuluh malam pertama bulan Muharram.
Imam Al-Ghazali berkata, “Perlu diketahui bahwa malam-malam istimewa penuh keutamaan yang sangat disunnahkan untuk menghidupkannya dalam satu tahun ada 15 malam. Tidak selayaknya bagi seorang Murid Ila Allah (orang yang menuju Allah) melupakannya. 6 malam terdapat di bulan Ramadhan, yakni 5 malam ganjil di sepertiga terakhir Ramadhan dan malam ke-17 Ramadhan yang menjadi malam dari hari diturunkannya Al-Qur’an dan terjadinya perang Badar Kubro. 9 malam sisanya adalah malam pertama bulan Muharram, malam ‘Asyuro (tanggal 10 Muharram), malam pertama dan pertengahan dari bulan Rajab, malam Isro’ Mi’roj (tanggal 27 Rajab), malam Nishfu Sya’ban, malam Arofah (tanggal 9 Dzulhijjah), dan dua malam hari raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha”
Keistimewaan bulan muharram pada tanggal 9 dan 10 Muharram kita lebih disunnahkan lagi untuk melakukan puasa. Kedua hari ini disebut dengan hari Tasyu’a dan ‘Asyuro (tanggal 10 Muharram). Bukan hanya puasa saja, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak bersedekah kepada fakir miskin.


