MUHARRAM DAN MOMENTUM MUHASABAH

     Pergantian tahun menjadi kesempatan dan sarana untuk mengevaluasi diri. Berapa banyak waktu yang telah digunakan untuk kebaikan? Berapa banyak kesempatan yang telah disia-siakan? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan membantu seorang muslim mempersiapkan diri menghadapi tahun yang baru dengan semangat yang lebih baik.

     Di era media sosial saat ini, manusia sering disibukkan dengan pencapaian duniawi, jumlah pengikut, popularitas, dan berbagai ukuran kesuksesan lahiriah. Muharram mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seorang mukmin bukan hanya apa yang bertambah di dunia, tetapi juga apa yang bertambah dalam kedekatannya kepada Allah.

Muharram mengajarkan beberapa nilai penting:

  1. Muhasabah atas amal setahun yang telah berlalu.
  2. Memperbarui niat dalam belajar, bekerja, dan berdakwah.
  3. Meninggalkan kebiasaan buruk dan maksiat.
  4. Memperbanyak amal saleh, terutama puasa dan sedekah.
  5. Menata kembali hubungan dengan Allah, keluarga, dan sesama manusia.

HUKUM UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH

     Mengucapkan selamat Tahun Baru Hijriah telah menjadi tradisi yang berkembang di banyak kalangan kaum muslimin. Ucapan tersebut Adalah sebagai bentuk doa dan muamalah yang baik antarsesama muslim.

Al-Imam Ibrahim Al-Bajuri (w. 1276 H) berkata:

وَتُسَنَّ التَّهْنِئَةُ بِالْعِيدِ وَنَحْوِهِ مِنْ الْعَامِ وَالشَّهْرِ عَلَى الْمُعْتَمَدِ

“Sunnah melakukan tahniah (mengucapkan selamat) untuk hari Id dan sejenisnya seperti tahun baru dan bulan baru, menurut pendapat yang mu’tamad/resmi.”

    Al-Habib ‘Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur (w. 1251 H) mengatakan dalam “Bughyatul Mustarsyidin”:

التَّهْنِئَةُ بِالْعِيدِ سُنَّةٌ … زَادَ ش ق : وَكَذَا بِالْعَامِ والشُّهُورِ عَلَى الْمُعْتَمَدِ

“Ucapan selamat untuk hari Id adalah sunnah. Al-Imam Asy-Syarqawi (w. 1227 H) menambahkan: Dan begitu juga pada tahun dan bulan baru (hijriah), menurut pendapat mu’tamad.”

BULAN TERBAIK UNTUK MEMPERBANYAK PUASA SUNNAH

     Di antara amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunnah.

BACA JUGA :  Filsuf dari Nama Rasulullah SAW

Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

وَعَن أبي هُرَيْرَة قَالَ ، قَالَ رَسُول الله ﷺ أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ ، وَأفضل الصَّلَاة بعد الْفَرِيضَة صَلَاة اللَّيْل. ( رَوَاهُ مُسلم )

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: Rasulullah Saw, bersabda: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu Adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

     Hadis ini menunjukkan keistimewaan bulan Muharram dibanding bulan-bulan lainnya dan besarnya kesempatan meraih pahala pada bulan tersebut. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa hadis tersebut merupakan dalil keutamaan memperbanyak puasa sunnah pada bulan Muharram

1
2
3
4
5
Artikulli paraprakStatus Hukum Garansi Jual Beli: Dalam Perspektif Fikih Syafi’iyyah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini