Peradaban Romawi & Asal-Usul Tahun Masehi

Sekitar pada tahun 753 SM, seorang anak laki-laki dari Rhea Silva keturunan pahlawan Troya bernama Romulus membangun Kota Roma, Kerajaan, dan Peradaban Romawi Kuno yang sekaligus menjadi raja pertama Kerajaan Romawi Kuno.

Romulus adalah orang yang menetapkan penanggalan Roma untuk pertama kalinya dalam sejarah Romawi. Kalender penanggalan Romulus ini terdiri dari 10 bulan 304 hari dan dimulai dari bulan Maret sampai bulan Desember.

Kemudian sepeninggal Romulus, Namu Pompilius sebagai pewaris interrex kerajaan Romawi selanjutnya menambahkan bulan Januarius (Januari) dan Februarius (Februari) pada penanggalan Romawi sehingga menjadi 12 bulan.

Dewa Janus yang memiliki dua wajah
Dewa Janus dalam Mitologi Romawi sebagai Dewa Awal dan Akhir. Nama Januarius berasal dari nama Dewa Janus yang berarti pembuka atau awal tahun baru.

Kata Januarius terinspirasi oleh nama Dewa Janus mitologi Romawi Kuno yang memiliki dua wajah dan orang Babilonia menganggapnya sebagai Dewa Gerbang dan Pembaharuan. Sedangkan Februarius adalah Dewa Kematian dan Pemurnian.

Nama-nama bulan dalam kalender Julius antara lain, Januarius, Februarius, Martius, Aprilis, Maius, Junius, Quintilis, Sextilis, September, Oktober, November, dan Desember. Selain Quintilis, Sextilis, September, Oktober, November, dan Desember, semuanya adalah nama-nama dewa dalam Mitologi Romawi.

Kalender Julius

Julius Caesar pada tahun 46 SM memelopori pembuatan penanggalan baru. Julius Caesar menganggap kalender Romawi Kuno sudah tidak akurat dan tidak relevan lagi. Era sebelum tahun 45 SM disebut dengan “Era Bingung” karena Julius Caesar menyisipkan 90 hari ke dalam kalender tradisional Romawi.

Ia bersama seorang astronom asal Mesir (versi lain mengatakan berasal dari Yunani) bernama Sosigenes membuat kalender barunya dan menetapkan tanggal 1 Januari sebagai tahun baru. Julius Caesar menamakan kalender barunya dengan nama Kalender Julius atau Julian dari namanya sendiri.

Kemudian setelah kematiannya pada tahun 44 SM, masyarakat Romawi mengganti nama bulan ke-7 atau Quintilis menjadi Juli sebagai bentuk penghormatan kepada Julius Caesar.

BACA JUGA :  Antusiasme Santri Dalam Memperingati HUT RI ke -71

36 tahun setelahnya, yakni pada tahun 8 SM, masyarakat Romawi melakukan pergantian nama bulan ke-8 atau Sextilis menjadi Agustus. Mereka melakukannya juga sebagai bentuk penghormatan kepada Kaisar Oktavianus Augustus putra Julius Caesar.

Kalender Julius ini masih terus digunakan berselang sangat lama sampai pada kelahiran Nabi Isa AS dan penyebaran agama Kristen pada tahun 70 M di tanah Romawi. Sejak kelahiran Nabi Isa AS, istilah “Tahun Masehi” baru dihitung dan digunakan.

Setelah sekian lama agama Kristen terus berjuang dalam penyebarannya, akhirnya pada tahun 306 M saat kepimpinan Kaisar Konstantinus Agung di Romawi, agama Kristen mulai menjadi agama yang dominan di Romawi berkat sang Kaisar yang juga pemeluk agama Kristen.

Sejak saat itu Romawi dan daerah-daerah kekuasaannya mulai menyebut Kalender Julius sebagai Kalender Masehi. Dalam bahasa Romawi atau bahasa Latin mereka menyebut istilah Masehi dengan nama Anno Domini yang berarti “Tahun Tuhan” atau “Di Tahun Tuhan Kita”.

1
2
3
4
5
Artikulli paraprakTABRAK KUCING
Artikulli tjetërJAMUAN MODAL HUTANG

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini