Saudara saudara sekalian.

Walhasil, kemerdekaan ini meruapakan nikmat yang besar. Walupun kemerdekaan belum sempurna pada waktu itu bahkan mungkin belum sempurna sampai sekarang. Hukum-hukum belanda masih banyak yang berlaku di Indonesia. Ekonomi kita sekrang dijajah dan diatur. Hal ini menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia belum sempurna. Akan tetapi alhmadulillah meskipun secara ekonomi belum merdeka umat Islam bisa ibadah sholat, zakat puasa ramadahan dst. Dan kita umat islam di indonesia meruapakan kaum mayoritas. Alhamdulillah ala kulli hal.

Cuma yang jadi masalah adalah di Indonesia masih banyak aliran-aliran yang menyimpang dari Ahlus sunnah wal jama’ah. Bahkan yang dari Ahlus sunnah wal jama’ah sendiri sudah banyak yang di ajak liberal. Seperti menjaga gereja, ikut natalan dst.  Akan tetapi kita harus tetap husnudzzan hati mereka tetap Islam. Mereka kaum liberal sebatas mencari uang. Namun menurut saya hal itu tetap salah. mencari uang kok dengan menghormati orang-orang yang musyrik. Mencari uang itu dengan cara bekerja. Punya toko, merawat sawah, menjadi kuli, menjual bakso dll.

Alhmadulillah kebanyakan wali santri Al-Anwar membiayai putra-putrinya hasil dari bekerja, tidak kok digaji oleh jam’iyyah-jam’iyyah. Ini membuktikan bahwa rezeki itu dari Allah. Bisa bekerja merupakan anugrah dari Allah. Kaum Kyai selain mengajar para santri, mereka juga bekerja. Dan saya berpesan kepada seluruh santri, meskipun di PP. Al-Anwar sudah ada Ma’had Aly dan sudah ada ijazahnya  jangan sekali-kali diniati untuk mencari pekerjaan, tapi diniati agar bisa mengajar dan nasyrul ilmi.

Saudara-saudara sekalian.

Kemerdekaan itu bukan hanya milik satu kelompok, bukan hanya milik nasionalis, tapi juga agamis. Bahkan didalam BPUPKI ada unsur agamanya, juga ada unsur nasionalisnya dst. Terbukti pada saat tanggal 17 agustus sila pertama dalam pancasila masih ada tujuh kalimat berupa “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Akan tetapi setelah tanggal 18 Agustus dihapus dan diganti dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Dan sekarang mari kita pertahankan sila yang pertama ini.

BACA JUGA :  Manusia Itu Lemah

Saudara-saudara sekalian.

Sebenarnya Pancasila itu dari dulu sudah ada. Bahkan zaman Majapahit sudah ada. Kadang-kadang disebut dengan Pancadarma. Pancadrama itu seperti pancasila. Seperti dilarang zina, dilarang mabuk, dilarang mencuri, Dll. Dan itu dihidupkan lagi oleh Sunan Ampel. Zaman sebelum Sunan Ampel di Majapahit sudah ada. Pancasila sendiri menjadi perekat dan pemersatu bangsa Indonesia. Kita membela negara, membela NKRI artinya membela tauhid. Dan kita kaum santri punya keistimewaan, yaitu bukan hanya  La Ilaha Illallah tapi juga Muhammadur Rasulullah dengan sifat-sifat Allah yang maha sempurna dan sifat Rasulullah yang sempurna. Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah.

Saudara-saudara sekalian.

Sekarang ini, Pancasila hanya simbol-simbol saja. Prakteknya membenarkan dan mengizinkan agama-agama syirik berjalan di Indonesia. Kita sebagai santri karena sudah kesepakatan negara dan bangsa Indonesia terpaksa harus kita terima secara dzohir walupun hati kita tidak boleh membenarkan secara agama. Karena memang kemerdekaan itu disebabkan oleh kelompok yang banyak dan mereka semua ingin diakui.

Sekali lagi saya ingatkan, mari kita bersyukur bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah dari Allah. Dan kita harus ingat bahwa yang pertama kali proklamsi adalah Indonesia. Sebelum Indonesia sudah banyak negara yang ingin merdeka, akan tetapi yang melopori adalah Indonesia. Dan ini harus kita banggakan.

*Diintisarikan dari Mauidhoh KH. Muhammad Najih Maimoen dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan Indonesia yang ke-77 (Rabu, 17 Agustus 2022)

1
2
Artikulli paraprakMakna Kemerdekaan Di Mata Santri
Artikulli tjetërKecelakan Maut Akibat Ngerem Mendadak, Salah Siapa?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini