Sholawat

Setelah sholat Isya berjamaah, para santri al-anwar dalam rangka memperingati tahun baru islam 1446 H. mengadakan sholawat dzibaiyah bertempat di Mushola al-Anwar  dengan Grup Hadroh Ma’had al-Anwar (HMA) sebagai pemimpin. Selanjutnya pembacaan doa maulid dzibai yang langsung syakhina KH Muhammad Najih MZ. Pimpin.

Mauidhoh Hasanah

Memasuki acara inti yakni mauidhoh hasanah. Dalam kesempatan tersebut juga terdapat Mauidhoh Hasanah oleh syakhina KH Muhammad Najih MZ. Sebelum mauidhoh hasanah, beliau meminta santri untuk membacakan ayat-ayat suci al-Qur’an.

Pertama, beliau mendoakan kepada kita semua semoga dengan pembacaan doa awal dan akhir tahun semoga kita mendapatkan umur yang barokah.

Tahun hijriyah adalah tahun bagi kita umat islam. Kita sebagai umat islam memiliki tahun identitas yaitu tahun Hijriyah, sedangkan tahun Masehi bukan tahun kita, itu adalah tahun Nasrani.

Sejarah penghitungan tahun Hijriyah

Kita memasuki tahun 1446 H. Penetapan tahun Hijriyah bermula di zaman Sayyidina Umar bin Khattab ra. Ketika negara Islam sudah bertambah dan berkembang dalam masalah Administrasi. Maka membutuhkan acuan tahun untuk mempermudah permasalahan seperti surat menyurat. Oleh karena itu, Sayyidina Umar melakukan musyawaroh.

Ada beberapa pendapat tentang permulaan hitungan tahun Hijriyah. Di antaranya adalah mulai sejak hijrahnya baginda nabi, lahirnya baginda nabi, nubuwwah, dan lain sebagainya. Kemudian beliau memilih patokan permulaan tahun Hijriyah sejak dari awal hijrah baginda nabi.

Tahun terjadinya hijrah baginda nabi terkenal di negara Arab dan seluruh Dunia. Sedangkan nubuwah nabi hanya terkenal di kalangan umat Islam yang peduli tentang sejarah nabi Muhammad SAW. Peristiwa hijrahnya baginda nabi orang kafir ingat (titen) sedangkan kalau sebelumnya tidak ingat. Kapan peristiwa pengangkatan menjadi nabi, kapan peristiwa kelahiran nabi. Mungkin yang yang mereka ingat adalah tahun gajah.

BACA JUGA :  Mengapa Kamu Lebih Baik Daripada yang Kamu Pikirkan?

Sayyidina Umar bin Khattab ra berkali-kali mendapat ilham dari Allah SWT dalam pemikiran dan penemuan terkenal. Peristiwa tersebut terkenal dengan abqoriumar (kejeniusan umar) dan juga muwafaqotu umar lil quran (kecocokan umar dengan al-Quran). Di antara yang terkenal adalah  : لوَاتَّخِذُوا مِنْ مَقامِ إِبْراهِيمَ مُصَلًّى “wahai rosulullah sebaiknya engkau jadikan maqam ibrahim ini sebagai tempat sholat, dan akhirnya turun ayat:

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْناً وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقامِ إِبْراهِيمَ مُصَلًّى وَعَهِدْنا إِلى إِبْراهِيمَ وَإِسْماعِيلَ أَنْ طَهِّرا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

“(ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail. “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.”(QS: al-Baqoroh, 01:125)

Selanjutnya peristiwa lain adalah peristiwa turunnya ayat hijab atas permintaan Sayyidina Umar, dan lain sebagainya.

Sayyidina Umar termasuk orang yang jenius, akan tetapi kita tidak boleh mengatakan Sayyidina umar lebih jenius dari Sayyidina Abu Bakr. Apalagi mengatakan lebih cerdas dari nabi, hal itu tidak boleh kerena termasuk perbuatan su’ul adab berkesan merendahkan rosulullah.

1
2
3
4
5
6
Artikulli paraprakMEMOHON SYAFA’AT NABI
Artikulli tjetërAJAKAN IMAM TASAWWUF MENGAPLIKASIKAN SYARIAH

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini