Kisah awal Pondok Pesantren Al-Anwar

Pondok ini Syaikina Maimoen Zubair rintis pada tahun 67/66. dahulu namanya POHAMA(Pondok Haji Maimoen), yang kita tempati ini dulu langgar dan tempat Musyawaroh. Pada zaman dulu yang ikut musyawaroh juga ada anak MUS, Anak MIS. Pada zaman dulu istilahnya pondok Mus adalah Pondok Kidul, sedangkan Pondok MIS adalah Pondok Lor. Syaikhina Maimoen Zubair mengajar sekitar tahun 66/67. Keamanan pondok Lor penjagaan pondoknya dulu sampai batas langgar. Pada zaman dulu Syaikhina Maimoen Zubair kalau mandi juga kepondok Lor, kalau menngajar di pondok Kidul sekitar tahun 66.

Syaikhina Muhammad Najih MZ. lahir tahun 1663. Mushola bagian selatan awalnya adalah kamar Tamu, dan mushola yang kita tempati ini, dulu belum ada Mihrabnya. Sebelah kamar tamu  adalah pengimaman sholat. Syaikhina Maimoen Zubair kalau mengajar bertempat di sebelah timur kamar tamu.

Dulu al-Anwar sekitar tahun 80, santrinya sekitar 300. Syaikhina Muhammad Najih MZ. ketika pulang dari Mekkah jumlah santri sekitar 500-600. Sedangkan sekarang jumlah santri sudah mencapai 5000 lebih.

Harapan Syaikhina

Semoga kita tetap Ahlu Sunah, mencintai Ahli Bait, mencintai Sayyidina Ali, kita menyibukkan dengan ilmu. Mengamalkan semampunya, kalau mengamalkan sungguh-sungguh itu sulit. Kita tidak punya negara Islam, tapi alhamdulilah kita punya sisa pemerintahan Islam seperti: Wali Songo, Raden Fattah, kerajaan Pajang, Banten, dan Kesultanan. Semua itu harus kita syukuri dan itu menjadi sejarah.

Orang abangan sangat benci dengan kesultanan, menghilangkan kesultanan yang berada di sumatra dan kalimantan. Hanya menetapkan kesultanan yang berada di Jogja saja. Yang aneh Kasunanan Solo, itu kok juga ikut hilang.

Menurut Analisa Syaikhina Muhammad Najih MZ. Sabab hilang Kasunan Solo adalah mungkin orang Abangan benci dengan Surakarta karena Kasunanan Surakarta ada yang membuat pondok Jamsaren dan membuat Madrasah Ulum. Jadi pemimpin Kasunanan Solo mengirim orang jawa ke Mekkah untuk belajar ilmu agama, untuk belajar hadis, fiqih, dll. Jadi di Surakarta di madrasahnya ada khusus fiqih, khusus hadis dll. Seperti universitas. Dan orang Abangan benci dengan Kasunanan padahal Jogja dan Surakarta masih Mataram.

BACA JUGA :  MALAM TAARUF SANTRI PP. AL-ANWAR 1 SARANG

Sumber: Liputan Acara dalam rangka menyambut malam tahun baru hijriyyah pada malam Ahad 6-7-2024

1
2
3
4
5
6
Artikulli paraprakMEMOHON SYAFA’AT NABI
Artikulli tjetërAJAKAN IMAM TASAWWUF MENGAPLIKASIKAN SYARIAH

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini